MALUKUnews.co: Cara memilih ikan segar merupakan langkah penting untuk memastikan hidangan yang Anda konsumsi tetap lezat, bergizi, sekaligus aman bagi kesehatan. Pasalnya, tidak semua ikan yang dijual di pasar berada dalam kondisi benar-benar segar, sehingga diperlukan ketelitian agar Anda tidak salah memilih.
Memilih ikan segar tidak hanya berkaitan dengan cita rasa, tetapi juga dengan keamanan pangan. Tidak jarang, tampilan luar ikan terkadang bisa menipu. Ikan yang terlihat mengilap belum tentu layak dikonsumsi, terutama jika bagian dalamnya sudah mulai mengalami pembusukan.
Selain menurunkan kualitas rasa, ikan yang tidak segar juga dapat meningkatkan risiko terjadinya keracunan makanan.
Ciri-Ciri Ikan Segar yang Mudah Dikenali
Agar Anda tidak salah memilih, berikut ini adalah ciri-ciri ikan segar yang bisa diperhatikan saat berbelanja:
1. Mata jernih dan menonjol
Mata merupakan salah satu indikator utama dalam cara memilih ikan segar. Ikan yang masih segar umumnya memiliki mata yang jernih, bening, dan tampak bersinar, menyerupai bola kaca. Selain itu, bentuknya terlihat menonjol atau sedikit keluar, bukan cekung ke dalam.
Sebaliknya, mata yang tampak keruh, kusam, keabu-abuan, atau mulai cekung menandakan ikan sudah tidak segar dan mulai mengalami proses pembusukan. Kondisi ini terjadi akibat perubahan cairan di sekitar bola mata seiring berjalannya proses pembusukan alami.
2. Insang berwarna merah terang
Bagian insang dapat diperiksa dengan membuka penutup insang yang terletak di bawah kepala ikan. Pada ikan yang segar, insang berwarna merah cerah, tampak bersih, dan sedikit lembap tanpa lendir berlebihan. Warna merah terang ini menandakan kondisi ikan masih baik dan belum mengalami penurunan kualitas.
Sebaliknya, jika insang berubah menjadi cokelat, abu-abu, atau pucat, serta terlihat berlendir tebal atau justru kering, hal ini menunjukkan bahwa ikan sudah tidak segar dan proses pembusukan telah berlangsung.
3. Daging kenyal dan elastis
Tekstur daging merupakan salah satu tanda paling mudah untuk menilai kesegaran ikan. Saat permukaan tubuh ikan ditekan dengan jari, daging ikan segar akan terasa padat, kenyal, dan elastis, serta dapat kembali ke bentuk semula dengan cepat. Kondisi ini menandakan jaringan otot ikan masih utuh dan belum mengalami kerusakan.
Sebaliknya, daging ikan yang sudah tidak segar biasanya terasa lembek, berair, atau mudah hancur saat disentuh. Jika bekas tekanan jari tidak kembali rata, sebaiknya hindari memilih ikan tersebut.
4. Sisik menempel kuat di kulit
Sisik merupakan salah satu indikator penting dalam cara memilih ikan segar. Pada ikan yang masih segar, sisik akan menempel kuat di kulit, tidak mudah lepas, serta terasa halus dan licin saat disentuh. Ketika dipegang atau diusap, sisik juga tidak mudah rontok.
Selain itu, kulit ikan segar memiliki lapisan lendir tipis yang terasa licin alami, bukan lengket atau berlendir tebal. Sebaliknya, jika sisik banyak yang rontok atau kulit terasa lengket dan berlendir berlebihan, hal ini menandakan ikan sudah tidak dalam kondisi segar dan sebaiknya dihindari.
5. Aroma segar khas laut atau sungai
Sebelum membeli, cobalah mencium aroma ikan. Ikan yang segar memiliki bau alami yang lembut dan segar, menyerupai aroma laut atau sungai, serta tidak menyengat di hidung. Aroma ini juga tidak terlalu amis.
Sebaliknya, bau yang tajam, asam, atau menyerupai amonia menjadi tanda bahwa ikan sudah tidak segar dan berpotensi tidak aman untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, sebaiknya hindari ikan dengan aroma menyengat karena dapat menandakan adanya aktivitas bakteri pembusuk.
6. Perut utuh dan tidak mengeluarkan cairan
Bagian perut ikan juga dapat menjadi indikator penting dalam menilai kesegarannya. Pada ikan segar, perut biasanya tampak utuh, tidak mudah robek, dan bagian dalamnya masih padat serta terjaga. Saat ditekan, tidak keluar cairan berlebihan maupun bau yang tidak sedap.
Sebaliknya, perut ikan yang sudah tidak segar cenderung mudah pecah, terasa lembek, dan dapat mengeluarkan cairan berwarna putih atau kekuningan yang berbau tidak sedap. Kondisi ini menandakan bahwa proses pembusukan telah berlangsung di dalam tubuh ikan, sehingga sebaiknya dihindari.
Tips Memilih Ikan Segar di Pasar dan Supermarket
Selain memperhatikan fisiknya, ada beberapa tips tambahan agar Anda bisa mendapatkan ikan segar, baik di pasar tradisional maupun supermarket:
- Pilih tempat penjualan yang bersih dan ramai pembeli.
- Amati cara penyimpanan ikan. Ikan segar sebaiknya disimpan di suhu dingin atau ditutup es.
- Hindari membeli ikan yang dibiarkan lama di suhu ruang karena kualitasnya mudah menurun.
- Setelah membeli ikan, usahakan langsung mencuci, membersihkan, dan memasak ikan. Ini membantu menjaga kualitas dan kandungan gizinya tetap optimal.
Dengan menerapkan cara memilih ikan segar, Anda tidak hanya mendapatkan bahan makanan yang lebih lezat, tetapi juga membantu melindungi kesehatan keluarga dari risiko penyakit akibat konsumsi ikan yang tidak layak.
Oleh karena itu, biasakan untuk selalu memeriksa kondisi fisik ikan setiap kali berbelanja, baik di pasar tradisional maupun supermarket.
Jika Anda masih ragu dalam menilai kesegaran ikan atau menemukan tanda-tanda yang mencurigakan pada ikan yang sudah dibeli, sebaiknya hindari untuk mengonsumsinya. (Alodokter.com)