MALUKUnews, Ambon: Langka Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat yang akan melakukan pembebasan lahan untuk perkebunan kelapa sawit di wilayah Kecamatan Taniwer Timur adalah tindakan sepihak dan tidak memiliki alasan yang tepat. Hal ini disampaikan salah satu Tokoh Pemuda Taniwel, Ferry Kasale, seperti rilisnya yang diterima Malukunews.co, Kamis (28/08).

Menurut Kasale, pemerintah kabupaten Seram Bagian Barat telah menyetujui perkebunan kelapa sawit di kecamatan Taniwel Timur dengan luas lahan yang digunakan sebesar 20 hektare dengan masa kontrak selama 30 tahun. Sementara fakta di lapangan masyarakat adat pemilik lahan tidak perna mengetahui kebijakan pemerintah daerah tersebut yang akan mengontrak tanah-tanah mereka kepada salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit.

“ Anehnya Bupati SBB Yakobis Putileihalat, hanya mengiring raja-raja kecamatan Taniwel Timur dan Camat setempat untuk ikut menyetujui rencana pembebasan lahan yang akan dikontrak kepada pihak perusahaan,” ujar Kasale.

Tindakan ini tentunya akan mendatangkkan mala petaka besar dimasyarakat, suda pasti akan terjadi konflik dimasyarakat, karena mayoritas masyarakat sangat menolak keras rencana aktivitas perusahan kelapa sawit tersebut.

Kata Kasale, secara historis maupun filosofi, bahwa tanah adalah sesuatu yang sangat sakral. Masyarakat menganggap tanah adalah hasil perjuangan darah dan air mata para leluhur yang tidak bisa seenaknya menyerakannya tanpa ada alasan yang tepat. “ Tanah itu suda menjadi warisan para leluhur yang harus di jaga karena itu pertumpahan darah pun pasti masyarakat akan lakukan asalkan hak-hak mereka tidak di kebiri semaunya oleh pemerintah,’ katamya.

“ Selain itu lahan (tanah dan hutan) sudah menjadi tempat mencari nafkah bagi kami masyarakat adat oleh karena itu sangat ironi kalau kemudian pemerintah ingin mendatangkan perkebunan sawit yang tentu akan berpengharuh atas kelangsungan hidup masyarat adat,” cetus Kasale.

Kasale berharap Bupati SBB, Yacobus F Puttilehalat, supaya segera membatalkan kehendaknya untuk mengambil paksa lahan di wilayah Taniwel Timur itu. (Qin)