MALUKUnews, Jakarta: Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengatakan, Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) telah memproses 118 tindak pidana pemilu selama Pemilu Serentak 2019.

Menurut Prasetyo, selama proses pemilu beberapa waktu lalu pihaknya menerima dari 500 lebih laporan. "Dari 500 lebih dipilah-pilah karena tidak semuanya pidana pemilu, ada juga pelanggaran administrasi, penanganannya berbeda-beda," kata Prasetyo seperti dikutip dari Antara.

Prasetyo menambahkan, pelanggaran administrasi cukup ditangani oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Sementara pelanggaran pidana ditangani Sentra Gakkumdu, yakni disidik polisi dan dituntut jaksa.

Selain tindak pidana pemilu, Sentra Gakkumdu juga memproses pidana umum yang berkaitan dengan pemilu. Misalnya, perkelahian, pembuat kegaduhan, dan penistaan.

"Jadi ada yang tidak ada kaitan dengan masalah Gakkumdu, tetapi mungkin ada korelasi dengan penyelenggaraan pemilu," kata Prasetyo. (liputan.com)