MALUKUnews, Ambon: Dasar gugatan dugaan money politik dan pergeseran suara. Bukti-buktinya laporan masyarakat berupa form C1 di TPS-TPS.

Sejumlah calon anggota legislatif yang bertarung di Pemilu 2019 lalu menilai kecurangan pemilu massiv telah terjadi. Mereka berencana mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) selain laporan pidana pemilu ke pengadilan.

Dimotori pengacara Daniel Nirahua, para caleg yang disebut-sebut tidak lolos itu mengaku bukti adanya kecurangan berupa money politik dan manipulasi data perolehan suara di tingkat TPS telah dikantongi.

“Kita berencana akan ajukan gugatan ke MK. Kita juga laporkan pidana, caleg-caleg ini akan ke Bawaslu Maluku rencananya besok (hari ini),” ungkap Dany Nirahua kepada Kabar Timur, di kantor Advokat Daniel Nirahua dan Rekans, Jalan Pahlawan Revolusi, Urimessing, Selasa (21/5).

Bukti kecurangan, sebut saja di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), berasal dari pencoblosan di Kecamatan Leihitu, Leihitu Barat, Seram Utara, Seram Utara Kobi, Seram Utara Seti dan Kecamatan Pulau Haruku.

“Kalau diterima di MK, pidana pemilu juga terbukti di pengadilan, konsekuensinya akan terjadi perubahan hasil pemilu untuk DPR RI, DPRD Provinsi bahkan Kabupaten/Kota,” tandasnya.

Disebutkan dasar gugatan yang ke MK, adalah dugaan money politik dan pergeseran suara hasil pemilu. Sementara bukti-bukti yang dipakai, adalah laporan masyarakat diantaranya form C1 yang diperoleh di TPS-TPS.

Ditandaskan, gugatan ke MK jika dikabulkan akan menjadi dasar rujukan bagi dilakukannya Pemungutan Suara Ulang atau PSU. Menurutnya, form C1 yang berisi data perolehan suara di TPS, masih sulit diakses oleh peserta pemilu khususnya di wilayah-wilayah yang relatif terisolir. Hal ini merupakan potensi terjadinya kecurangan yang disinyalir banyak terjadi selama hari pencoblosan.

“Jadi untuk 10 nama yang katanya sudah lolos ke DPRD Provinsi Maluku kalo terbukti, nama-nama mereka bisa saja diganti dengan orang lain. Yang lain bisa geser yang lain,” ingat Nirahua.

Sebelumnya diberitakan sejumlah caleg dari dapil Kota Ambon dan Maluku Tengah, dipastikan lolos menjadi wakil rakyat periode 2019-2024.

Untuk dapil MBD/kepulauan Tanimbar, sejumlah caleg yang dipastikan lolos, yakni Anos Jermias (Golkar/incumbent), Alex Orno (PDIP/incumbent), Eki Sairdekut (incumbent/Gerindra), Hengki Pelata (Hanura/wajah baru), dan Tarce Fatlolon (NasDem/wajah baru).

Sementara dapil SBB, yang dipastikan lolos, yakni Asri Arman (Demokrat/incumbent), Iqbal Payapo (Hanura/wajah baru), Samson Atapary (PDIP/mantan anggota DPRD Maluku), Hatta Hehanussa (Gerindra/wajah baru), dan Turaya Samal (PKS/incumbent).’’Ini urutan suara sah dan perolehan kursi DPRD Maluku, dapil 5 kabupaten SBB,’’kata Suhfi Majid melalui laman fecebooknya.

Mantan anggota DPRD Maluku dari Fraksi PKS untuk dapil SBB ini menyebut sejumlah caleg yang bakal ditetapkan KPU Maluku. Dia merincikan Demokrat meraih 19.062 suara. Caleg yang terpilih dari Demokrat, yakni Asri Arman. Arman meraih suara 9.823.

Hanura meraih 11.813 suara. Caleg yang terpilih, yakni Iqbal Payapo.Payapo meraih 11.813 suara. PDIP meraih 15.714 suara. Caleg yang terpilih, yakni Samaon Atapary. Atapary meraih 5.258 suara. Gerindra meraih 11.783 suara. Caleg Gerindra yang terpilih, yakni Hatta Hehanussa. Hehanusa meraih 6.084 suara.

Kursi terakhir diraih PKS. PKS meraih suara 11.598 suara. Caleg yang terpilih, yakni Turaya Samal. Samal meraih 5.204 suara. “Selamat bagi yang terpilih. Semoga memberi karya dan kinerja untuk kabupaten SBB,’’harap Majid.

Sedangkan dapil Malra, Tual, dan Aru, sejumlah caleg incumbent dan wajah baru disebut-sebut. Ini karena KPU di Malra dan Aru belum merampungkan penghitungan suara. Meski begitu, informasi yang diperoleh sejumlah wajah lama maupuun baru disebut-sebut bakal terpilih.

Mereka adalah Themi Oersipuny (Hanura/incumbent), Saodah Tethol (Gerindra/incumbent), Johan Rahantoknam (PDIP/incumbent), sementara wajah baru disebut-sebut bakal terpilih, yakni Alwen Roi Pattiasina (Demokrat), dan sejumlah caleg lainya. Sementara untuk dapil Buru/Bursel dan SBT hingga kini belum dipastikan siapa yang lolos.

Kota Ambon dan Maluku Tengah disebut-sebut sebagai Dapil “neraka” karena dua daerah ini memiliki pemilih terbanyak dan diikuti caleg-caleg yang memiliki popularitas dan sumber daya lainnya.

Untuk daerah pemilihan Kota Ambon, nama Lucki Wattimury (PDIP/incumbent), Elviana Pattiasina (Demokrat/incumbent), Richard Rahakbauw (Golkar/incumbent), Ayu Hasanussy (Berkarya/mantan anggota DPRD Maluku.

Sementara wajah baru, yakni Rovik Akbar Afifudin (PPP), Rostina (PKS), Jantce Weno (Perindo), Johanis Lewerissa (Gerindra) mulai disebut-sebut bakal ditetapkan KPU Maluku.

Sementara satu kursi tersisa dari jatah sembilan kursi di Dapil Kota Ambon, disebut-sebut bakal direbut Hamdani Laturua (NasDem) dan Basri Damis (PKB). Dua parpol ini meraih selisih suara yang sangat tipis.

Sementara untuk Dapil Malteng, kata salah satu Caleg Gerindra dari Dapil Malteng, Azis Tuny menyebut, sejumlah caleg yang disebut-sebut bakal terpilih, karena seluruh rekapitulasi tingkat PPK di 18 kecamatan di Malteng, akhirnya selesai.

Dikatakan, caleg dari 10 parpol berdasarkan peringkat, yakni NasDem dengan akumulasi 27.910 suara. Caleg yang terpilih dari NasDem, yakni Irawadi (pendatang baru). Posisi kedua, yakni Golkar meraih 26.187 suara.

Caleg yang terpilih dari Golkar yakni, Efendi Latuconsina. Posisi ketiga ditempati Gerindra. Gerindra meraih 21.457 suara. Caleg Gerindra yang terpilih, yakni Andi Munaswir. Peringkat keempat, yakni PDIP meraih 20.614 suara. Caleg PDIP yang terpilih, yakni Edwin Adrian Huwae (incumbent). Posisi ke lima , yakni Demokrat meraih 17.826 suara.

Caleg yang terpilih dari Demokrat, yakni Welem Wattimena (incumbent). Posisi ke enam , yakni PKS 16.208 suara. Caleg yang terpilih dari PKS, yakni Azis Sangkala (pendatang baru). Posisi ketujuh ditempati Hanura. Hanura meraih 16.208 suara. Caleg terpilih dari Hanura, yakni Julius Pattipeiluhu (incumbent). Posisi ke delapan, yakni Perindo.

Perindo meraih, 12.590 suara. Caleg Perindo yang terpilih, yakni Usama Namakule. Peringkat kesembilan ditempati PAN. PAN meraih 12.208 suara. Caleh yang terpilih dari PAN, yakni Wahid Laitupa. Sementara PKB disebut menempati posisi ke sepuluh.

PKB meraih, 12.075 suara. Caleh PKB yang disebut terpilih, yakni Ruslan Hurasan. “Tanpa mendahului keputusan KPU, sebagai salah satu konstestan dalam perhelatan Pileg 219 kemarin, saya mengucapkan selamat kepada saudara-saudara yang terpilih,’’kata Tuny dalam laman facebooknya, Sabtu (12/5) lalu. (KTA) Sumber: Koran Kabar Timur