MALUKUnews, Ambon: Jenazah Istri Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler, Iffa Karlina Syarif, direncanakan baru tiba di Ambon pada hari Kamis 13 Juni 2019 mendatang.

Informasi yang disampaikan Walikota Ambon, Ricard Louhenapessy dalam video WhatsApp, yang diterima Malukunews.co, Selasa (11/06), mengatakan, seluruh prosesi telah dilakukan dan jenazah ibu Iffa, istri Wawali Ambon itu, baru diterbangkan dari Bandara Internasional Schiphol Amterdam, Belanda, pada Hari Rabu (12/06), pagi, dan tiba di Bandara Internasional Cingkareng di Jakarta pada hari Kamis (13/06), pagi, dan kemudian dilanjutkan ke Ambon pada hari itu juga. Diperkirakan jenazah Ibu Iffa baru tiba Ambon pada Kamis (13/06), sore.

Seperti diberitakan sebelumnya, meningggalnya istri Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler itu pertama kali disampaikan langsung Walikota Ambon, Richard Louhenapessy melalui video conference dari Belanda.

“Ambon Berduka, istri Wakil Walikota Ambon Syaruf Hadler, Ibu Ifa Sarif Hadler telah meninggal dunia Senin 10 Juni 2019, sekira pukul 15.20 Waktu Belanda,” ujar Walikota Ambon Richard Louhenapessy.

Sebelumnya Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, yang saat ini juga berada di Belanda, Senin malam 10 Juni 2019 melalui video conference dari Vlisingen, Belanda kepada jajaran Pemkot Ambon menuturkan saat kunjungan kerja Pemerintah Kota Ambon ke Belanda, Sabtu 8 Juni 2019, saat tiba di bandara Schipoll, Amsterdam rombongan kemudian menuju ruang kedatangan bandara. Ibu Iffa tiba-tiba lemas dan jatuh pingsan.

Atas situasi tersebut, langkah-langkah yang di ambil oleh tim teknis bandara, langsung dibuat penanganan yakn,i Ibu Iffa langsung dibawa ke salah satu rumah sakit terbaik di Amsterdam, kemudian dirawat.

“Jadi saat tiba di bandara Amsterdam, dalam perjalanan menuju ruang utama, Ibu Ifa jatuh pingsan dan tim teknis mengambil langkah dan dibuat penanganan pertama dan dibawa ke salah satu rumah sakit terbaik di Amsterdam,” jelas Walikota.

Dari hasil pemeriksaan dokter, kata Walikota, menyimpulkan bahwa, jatuh pingsannya Ibu Iffa akibat dari penyumbatan pada paru-paru yang dalam istilah medisnya itu, Pulmonary Embolism atau emboli paru-paru.

“Itu bisa terjadi, salah satu penyebabnya adalah sirkulasi darah tidak terlalu lancar, akibat dari pada pengentalan darah,” urai Walikota.

“Memang dari keterangan yang diperoleh oleh dokter, kata Walikota, ada beberapa indikasi yang juga menjadi keprihatinan. Antara lain misalnya, gangguan dan kelemahan pada syaraf otak yang juga akan berdampak besar pada, kondisi dari Ibu Ifa,” tambah Walikota . (Qin/RM)