MALUKUnews, Ambon: Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku dan BNN Kota Tual diresmikan oleh Kepala Badan Narkotika Republik Indonesia, Anang Iskandar. SH.MH (11/11) pagi. Acara ini dipusatkan di halaman depan Kantor BNN Maluku, Karang Panjang, Kecamatan Sirimau-Kota Ambon.

Dalam acara tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan daerah di antaranya, Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff, Wakil Walikota Ambon, M.A.S Latuconsinna, Walikota Tual Drs. H. MM. Tamher dan sejumlah pimpinan SKPD di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku. Menurut Iskandar, ada tiga langkah dalam mengatasi narkoba, yakni pencegahan, rehabilitasi, dan peredaran dalam hal ini bandar harus di hukum mati. Untuk pencegahan harus dilakukan mulai dari orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat dan selama ini pengguna narkoba tidak mau untuk direhabilitasi, padahal rehabilitasi yang dilakukan tidak ditunut pidana.

Penyalahgunaan narkoba diatur dalam UU Tahun 2009, salah satu pointnya mewajibkan setiap penguna narkoba dan pecandu wajib direhabilitasi. Olehnya itu, dirinya mengharapkan kepada seluruh elemen masyarakat Maluku agar terus mengawal peredaran narkoba, demi mewujudkan kehidupan yang sehat.

“Dalam pelaksanaannya BNN merasa kalah, karena dari tahun ke tahun pengguna narkoba terus meningkat, salah satunya Provinsi Maluku dimana pengguna narkoba sudah mencapai 19 ribu,” ujar Komjen Iskandar.

Dalam sambutannya Komjen Pol Anang Iskandar mengutarakan, narkoba merupakan salah satu persoalan yang sangat krusial mengingat narkoba sudah beredar sampai seluruh kalangan masyarakat, mulai dari masyarakat umum, mahasiswa dan pelajar, sehingga dalam proses pencegahanya membutuhkan partisipasi serta dukungan darik seluruh elemen masyarakat yang ada di daerah ini, termasuk Orang tua dalam mendidik dan memberikan pemahaman sedini mungkin kepada anaknya tentang bahaya narkoba yang ditimbulkan ketika anak mencoba menggunakan obat terlarang itu.

Dalam tahun 2014 ini, BNN RI memberikan kucuran anggaran kepada BNN Maluku sekitar 4 Miliar dalam melakukan pencegahan, hingga rehabilitasi, dan diharapkan prefalensi yang ada di Maluku dapat terus mengalami penurunan. “Tahun ini BNN Maluku dapat anggaran sekitar 4 Miliar dari kita, harapan saya adalah anggaran ini harus dikerjakan dengan sebaik-baiknya sehingga kedepan nanti prefalensi terhadap pengguna narkoba di Maluku penurunan, bahkan sampai menempuh angka 0 ,” tutup Iskandar.

Harapan yang sama juga disampaikan Gubernur Maluku usai acara peresmian dimaksud, dirinya berharap dengan momentum yang dilakukan ini, dapat terus memacu semangat kita semua untuk memberantas Narkoba di Maluku apalagi dari data Nasional yang ada Maluku menempati urutan ke 3 pengguna narkoba terbanyak di Indonesia, semoga di tahun mendatang angka itu bisa berkurang dan bakan tidak ada lagi. “Harapan saya, kedepan Maluku tidak lagi menempati urutan ketiga di Indonesia, karea itu butuh dukungan dan kerjasama dari semua elemen masyarakat yang ada di Maluku ini,” ujar orang nomor satu di Maluku ini. (Eda)