MALUKUnews, Ambon: Satuan Resnar­koba Polres Malra saat ini terus mela­ku­kan pengembangan penyidikan, pasca di­ciduknya, Amiru­din (29) warga Kota Tual Senin (27/7).

Pengembangan itu dilakukan guna mengetahui jaringan pengedar narkoba. Apalagi Amirudin di­ciduk saat meneri­ma paket narkoba je­nis sabu melalui jasa titipan JNE Tual.

“Saat ini masih dila­kukan pengem­bangan belum ada kegiatan peme­riksaan karena kita masih pengem­bangan soal kasus ini,” jelas Kasat Resnarkoba Polres Malra Iptu J Lesomar kepada Siwalima, melalui telepon selulernya tadi malam.

Menurutnya, nantinya setelah dilakukan pemeriksaan maka akan diketahui pasal yang dijerat terha­dap tersangka.

Sementara untuk tersangka baru, Lesomar enggan berkomentar dan kini masih pengembangan.

“Intinya masih kita kembangkan. Sedangkan untuk yang anggota TNI AU sudah resmi kita serahkan jadi tidak ada lagi tanggung jawab di kami,” ujar Kasat singkat.

Untuk diketahui, Satuan Resnar­koba Polres Malra, berhasil menci­duk dua anggota TNI-AU Tual lantaran memiliki narkoba jenis sabu. Dua anggota TNI-AU itu yakni Sertu Aris Wandi dan Serda Adi Saputra. Keduanya diciduk pada Senin (27/7) sekitar pukul 14.00 WIT.

Selain dua anggota TNI-AU, satu rakyat sipil juga ikut diciduk polisi. Namun ia diciduk sekitar pukul 21.15 WIT. Informasi yang dihimpun Siwalima di Tual menyebutkan, dua anggota TNI-AU tersebut diciduk karena memiliki tiga paket narkoba yang dikirim melalui jasa penitipan barang TIKI Tual.

Disebutkan, penangkapan ang­gota TNI-AU dan warga sipil itu se­cara terpisah dengan waktu berbeda. Untuk anggota TNI-AU, polisi ber­hasil menciduk mereka saat meng­ambil titipan yang adalah barang haram jenis sabu itu sebanyak tiga paket pada TIKI Tual, Minggu (26/7) sekitar pukul 14.00 WIT.

Sedangkan untuk warga sipil yang diketahui bernama Amirudin (29) warga Kota Tual baru diciduk Senin (27/7) pukul 21.15 WIT setelah mendapat informasi sebagai pene­rima paket narkoba jenis sabu melalui JNE Tual.

Kapolres Malra, AKBP M Roem Ohoirat yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan penangkapan tersebut. Menurut­nya, untuk tersangka dua anggota TNI sudah langsung diserahkan ke TNI-AU untuk diproses.

“Benar kemarin (Minggu-red) saya mendapat informasi bahwa ada paket barang dari Makassar melalui ekspedisi udara tujuan Tual yang diduga barang itu adalah narkoba.

Kemudian saya perintahkan Kasat Narkoba untuk segera mengecek dan setelah sampai di ekspedisi, ternyata yang menjemput adalah dua anggota TNI-AU, sehingga dilakukan penangkapan dan ketika diketahui itu anggota TNI-AU, makanya langsung kita serahkan ke TNI AU untuk ditindaklanjuti karena memang sesuai aturan UU pidana yang terkait dengan penyidikan TNI ada di POM TNI sehingga kita serahkan kepada mereka selan­jutnya untuk ditindaklanjuti,” jelas Kapolres.

Sementara itu untuk tersangka Amirudin (29) warga Tual yang juga baru ditangkap semalam sudah ditahan di Polres Malra guna menjalani proses hukum lanjut.

“Untuk warga sipil sudah kita tangkap tersangka dengan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 16 gram. Barang dari Makassar dikirim melalui ekspedisi udara JNE,” ungkap Kapolres. (siwalima)