MALUKUnews, Ambon: Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku, Amir Rumra, S.Pi, M.Si, mengatakan, robohnya jembatan gantung Fair yang menghubungkan Kota Tual dan Maluku Tenggara, kontraktornya harus bertanggung jawab.

“ Bukan saja kontraktor, tapi konsultan perencanaan, konsultan pengawasna dan Balai Jalan dan Jembatan Wialyah IX Maluku dan Malut, juga harus ikut bertanggung jawab atas robonhya jembatan yang sementara dikejakan itu,” ujar Rumra dalam rilisnya kepada Malukunews.co, Selasa (14/01), malam.

Seperti diberitakan sebelumnya, jembatan Fair ini roboh pada hari Selasa (14/01), siang.

Lanjut Rumra, proyek jembatan Fair ini menggunakan anggaran APBN tahun 2019 melalui Balai Jalan dan Jembatan Nasional Wilayah IX Maluku dan Maluku Utara, dengan nilai anggarannya kurang lebih Rp. 6 milyar.

Kata Rumra, robohnya jembatan Fair ini, merupakan bukti, bahwa kualitas pekerjaannya hanya dikerjakan asal-asalan saja. “ Kami mintakan supaya para penegak hukum biasa ikut memantau proses pekerjaan jembatan Fair itu, agar dikemudian hari tidak lagi terjadi musibah yang serupa. Kita harus cegah korban jiwa sejak dini,” tegas Mantan Anggota DPRD Kota Tual dua periode ini. (Qin)