MALUKUnews, Ambon: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Masyarakat Anti Korupsi (Germakor) Kota Tual, melakukan aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Tinggi Maluku di Ambon, Selasa (09/10), siang.

Dalam aksinya, para pendemo ini mendesak Kejaksaan Tinggi Maluku untuk segera melimpahkan berkas perkara penyalahgunaan dana asuransi mantan anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara Priode 1999-2002 atas nama tersangka Drs. M.M. Tamher dan Adam Rahayaan S.Ag ke pengadilan Tipikor Maluku, karena keduanya sebelumnya telah ditetapkan statusnya sebagai tersangka sejak lima tahun lalu.

Para pendemo ini juga, menegaskan, supaya pihak kejaksaan, supaya dalam hal penanganan kasus korupsi Tamher dan Rahayaan itu tidak boleh ada diskriminasi ras, agama, dan budaya. Tetapi lebih berpihak kepada nilai-nilai keadilan dan asas hukum yang berlaku, juga profesionalisme profesi.

Apabila dalam waktu 2x24 jam, peryataan sikap kami ini tidak dapat direalisasikan, maka kami akan melakukan mosi tidak percaya terhadap Kejati Maluku dengan cara dan bentuk apapun.

Surat pernyaan dalam rilis Germakor Kota Tual itu ditandatangani oleh Ketua Germakor M. Din Zaitun Sther dan kedua orator Rumlan Rahayaan dan Fidin Salamun. (Man)