MALUKUnews, Ambon: Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Prof. DR. Thomas Pentury, M.Si, mengatakan, persoalan penolakan atas ijasah sarjana dari lulusan FKIP Unpatti oleh Pemda Kota Tual saat mendafratan CPNS, itu hanya masalah komunikasi saja dan kini semuanya sudah teratasi.

Tidak adanya nomor seri ijasah pada lulusan Unpatti tahun 2008 yang dipersoalkan oleh panitia penerimaan CPNS Pemkot Tual itu sudah terjawab setelah ada konfirmasi ke pihak Unpatti.

Menurut Pentury, bahwa lulusan sarjana Unpatti mulai tahun 2008 telah mengantongi model ijasa baru, yang berbeda dengan model ijasah lulusan tahun-tahun sebelumnya. “ Mereka para sarjana yang dipersoalkan itu memang model ijasahnya beda, ijasah mereka sah, ini hanya kesalah pahaman saja. Pokonya semua sudah beres dan tidak ada masalah lagi lagi,” ujar Pentury saat ditemui Malukunews.co, di ruang kerjanya, Selasa, kemarin.

“ Memang saya sempat kaget ketika mendengar ada penolakan ijasah sarjana FKIP tahun 2008 itu. Saya harap Pemkot Tual jangan bikin susah lulusan Unpatti dalam mencari pekerjaan. Jangan kita saling menyusahkan, kami bisa juga bisa menyusahkan, tapi itu khan tidak mungkin. Marilah kita saling membantu,” ujar Pentury penuh merendah.

Untuk diketahui, persoalan penolakan Pemkot Tual atas ijasah sarjana Unpatti lulusan tahun 2008 sempat diangkat oleh Malukunews.co beberapa waktu lalu. Atas pemberitaan itu pihak Unpatti pun bergerak cepat sehingga persoalan ini sudah bisa tertasi. (Qin)