MALUKUnews, Ambon: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku, beserta pejabat Gubernur Maluku diharapkan, bekerja sama untuk memproses pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku terpilih, Said Assagaff-Zeth Sahuburua (SETIA).

Permintaan ini disampaikan, akademisi Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon, Semmy Ratumurun seperti diberitakan Siwalima hari ini.

Kata Ratumurun, rakyat Maluku sudah sangat mendambakan pemimpin definitif yang dipilih oleh rakyat, sehingga kerjasama itu penting dalam menjawab kebutuhan tersebut.

Ia berharap, dengan kerjasama yang baik antara DPRD Maluku dan pejabat gubernur, maka otomatis akan lebih mempercepat proses pelantikan SETIA yang sudah didambakan masyarakat Maluku.

Menurutnya, Pemprov yang berada dibawah kendali pejabat Gubernur Maluku, Saut Situmorang diharapkan dapat meningkatkan perannya membangun koordinasi bersama ditingkat kementerian, sekalipun kewenangan tersebut ada ditangan DPRD Maluku.

Dengan sikap yang arif dan bijaksana dalam mempercepat proses pelantikan tersebut, dan jaringan kerja yang dimiliki oleh penjabat gubernur, lanjut dia, maka proses pelantikan yang sangat diharapkan masyarakat Maluku bisa berjalan dengan cepatnya dapat terwujud.

Lebih jauh kata Ratumurun, jika Provinsi Maluku masih lama dipimpin oleh pejabat Gubernur Maluku, maka akan terkesan bahwa, rakyat Maluku tidak bisa memilih pemimpinnya. Padahal prosesnya hanya tinggal menunggu SK Presiden saja, dimana DPRD Maluku telah mengusulkan pelantikan SETIA ke Kemendagri dan saat ini sudah berada di Sesneg.

“Namun kalau saja semakin lama Daerah Maluku ini masih dipimpin oleh pejabat Gubernur Maluku, maka pasti terkesan juga rakyat Maluku ini tidak bisa memilih pemimpinnya,”pungkasnya.

Masih kata Ratumurun, perlu ada transparasi serta koordinasi antara DPRD Maluku beserta pejabat Gubernur Maluku, supaya lebih mempercepat lagi pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku yang telah terpilih ini.

“Dan kalau memang proses ini bisa dilaksanakan dengan baik, maka bisa saja dikatakan cuma hanyalah waktu yang menghambat pelantikan pemimpin kita yang baru ini. Tetapi kalau seumpamanya keputusan-keputusan yang juga mempenghari proses ini, maka DPRD dan pejabat Gubernur Maluku bisa menyelesaikan secara arif dan benar,” ujarnya.

Ratumurun menambahkan, pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur ini tidak usah dipaksa, karena pelantikan ini juga pasti sesuai dengan peraturan Undang-Undang (UU) yang berlaku, baik itu Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat yang dalam hal ini Menteri Dalam Negeri (Mendagri), maupun DPRD Maluku.

Ratumurun memintakan, masyarakat Maluku untuk tetap bersabar menunggu pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku ini, karena pasti harus melewati proses-prosesnya, dan apabila tiba saatnya untuk pemimpin definitif dilantik, maka rakyat Maluku menyambut pemimpin yang baru ini, dengan bersepakat membangun Maluku lima tahun kedepan secara bersama-sama. (S5)