MALUKUnews, Ambon: Ketua Umum Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Zudan Arif Fakrullah mengakui ada sedikit pengaruh tidak dibukanya seleksi penerimaan PNS terhadap kerja PNS. Meski tidak banyak, namun tidak adanya rekrutmen CPNS akan tetap berpengaruh kepada beban kerja PNS.

"Ada pengaruh sedikit, jumlah ASN berkurang, tenaga dan pikiran dari bawah juga berkurang," kata Zudan seeprti dikutif dari republika.co.id, kemarin.

Korpri, kata Zudan, diminta untuk tak perlu banyak mempermasalahkan tidak ada rekrutmen CPNS pada 2020 itu. Sebab, Zudan meyakini, masalah kebutuhan pegawai bisa diatasi dengan sistem manajemen sumber daya manusia (SDM). "Tidak apa-apa, masih bisa tertanggulangi dari sisi manajemen SDM," ujarnya.

Selain itu, Korpri juga meyakini Pemerintah telah mempertimbangkan berbagai hal untuk tidak membuka seleksi penerimaan CPNS tahun ini. "Tentu semua sudah diperhitungkan. Tahun depan bisa mengangkat CPNS lebih banyak lagi," kata dia berharap.

Dampak berbeda disampaikan Ketua Umum Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih. Menurut Titi, ada dampak dari ditiadakan seleksi penerimaan CPNS tahun ini bagi honorer K2. Kekurangannya, tidak dibukanya CPNS tahun ini membuat honorer yang masuk usia 35 tahun tidak ada kesempatan untuk ikut tes pada tahun depan.

Namun, kelebihannya, anggaran CPNS tahun ini bisa dialokasikan sebagai perekrutan ASN khusus K2 di tahun depan. "Karena itu, jika tidak ada rekrutmen CPNS tahun, minimal dialokasikan untuk rekrutmen PNS dari unsur honorer K2 tahun depan. Sebab, jumlah honorer K2 pada tahun ini masih ada sekitar 400 ribu orang. Minimal di alokasi anggaran masuk anggaran buat perekrutan K2," kata Titi. (Qin)