MALUKUnews.co, Ambon: Gubernur Maluku, Murad Ismail, meminta warga di selatan Pulau Seram, khususnya di pesisir Tehoru-Teluti hingga Siwalalat untuk tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana gempa susulan pasca diguncang gempa magnitudo 6,1 pada Rabu (16/06) kemarin.

Kata Murad, himbauan ini berdasarkan peringatan yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) agar masyarakat setempat tetap waspada terhadap terjadinya gempa susulan.

"Saya meminta agar masyarakat menjahui pantai untuk sementara. Karena sampai saat ini, pihak BMKG masih terus memonitoring gempa susulan yang masih berpotensi terjadi di daerah tersebut," ujar Murad kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (17/6).

Lanjutnya Murad, apabila ada gempa dan juga kejadian aneh, seperti air laut surut yang Panjang, maka segera menjauh dari pesisir pantai dengan mencari tempat yang lebih tinggi dan aman," ajak Gubernur.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Maluku Tengah pada pukul 11.43 WIB, Rabu kemarin. Gempa tersebut berada pada titik koordinat 3,39 LS dan 129,56 BT atau 7 km timur Tehoru, Maluku Tengah, dan 58km barat daya Kobisonta.

Pusat gempa berada di laut yakni 67km tenggara Maluku Tengah, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa bumi itu dirasakan pada skala III MMI di Tehoru, Masohi, Bula, dan Kairatu, serta pada skala II MMI di Ambon.

Dia mengatakan, kewaspadaan itu harus dilakukan karena gempa bisa saja terjadi. Pihak BMKG juga telah mengimbau masyarakat setempat untuk waspada terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi. (Rat)