MALUKUnews, Ambon: Mantan Anggota DPRD Maluku dari Partai Hanura, La Ode Salimin disinyalir membawa kabur kunci ruangan yang biasanya dipakai sebagai tempat kerjannya beserta dengan mobil dinas yang digunakannya sehari-hari saat masih berstatus sebagai anggota DPRD.

Kunci ruangan dan mobil dinas dibawah kabur Salimin setelah yang bersangkutan diganti oleh Charul Swat Pay dalam proses Pergantian Antar Waktu (PAW) yang diusulkan oleh Partai Hanura.

“Kita harus menyoroti terkait proses PAW Salimin dari Partai Hanura pada beberapa minggu yang lalu. Chairul Swat Pay yang ditunjuk partai menggantikannya saat ini sudah sekitar tiga minggu tidak dapat menempati ruangan kerjanya karena kunci ruangan dipegang oleh Salimin bahkan mobilnya dinasnya juga dibawa alias belum diserahkan ke DPRD, ini sangat memalukan,” ungkap Ketua Divisi Hukum DPD Hanura Maluku, Sulaiman Oppier, kepada wartawan di Sekretariat DPD Hanura Maluku, Jalan AM Sangadji Ambon, kemarin.

Dikatakan, atas tindakan Salimin ini, kata Oppier, maka pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Sekwan maupun Kabag Umum DPRD karena telah membawa kabur kunci ruangan dan mobil dinas, masalah ini sekarang menjadi perha­tian serius DPD Hanura.

“Kami dari DPD harap Sekwan maupun Kabag Umum bisa meng­ambil langkah positif terhadap ma­salah ini, bila perlu gunakan Satpol PP atau pihak kepolisian untuk mengambil langkah tegas kepada Salimin, karena sudah tiga minggu kunci ruangan dibawa beserta modil dinasnya,” pintanya.

Ditegaskan, jika Sekwan maupun Kabag Umum tak mampu menangani masalah ini maka partai akan mengambil langkah tegas sendiri dengan mengambil mobil dan kunci ruangan dari yang bersangkutan.

Satgas Pemuda Hanura akan siap untuk diutus kapanpun menemui Salimin untuk mengambil apa yang menjadi hak partai, langkah yang diambil ini tentunya tidak dengan kekerasan. Partai tetap akan ambil langkah ini sebab informasi yang diperoleh mobil dinas tersebut digunakan untuk kepentingan pribadinya.

“Saya pikir sudah tiga minggu maka Salimin sudah tidak bisa di­tolelir, Salimin harus berpikir cerdas, bukannya membela hak rakyat malah memanfaatkan hak rakyat untuk kepentingan pribadinya. Partai akan mengambil langkah sesuai koridor hukum karena itu hak partai. Apakah gedung DPRD itu rumah pribadi Sali­min atau kos-kosan sehingga bawa kabur kunci ruangan,” tanya dia.

Sementara itu ditempat yang sama, Chairul Swat Pay mengatakan, apa yang dilakukan oleh Salimin sudah melanggar aturan, seharus­nya setelah PAW maka semua yang digunakan Salimin harus dikem­balikan ke DPRD.

“Saya berkantor sudah tiga minggu di DPRD tidak ada ruangan, naik kendaraan roda dua, mau kerja aspirasi masyarakat tidak bisa karena ruangannya tidak ada. Sebagai wakil rakyat hak saya belum dipenuhi,” ujarnya. (S5)