MALUKUnews, Ambon: Sebentar lagi struktur kabinet pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) akan diumumkan. Harapan masyarakat Maluku di antara nama-nama menteri ada keterwakilan Maluku yang akan membantu presiden selama lima tahun kedepan. Harapan itu terus disuarakan mengingat nama-nama putra terbaik Maluku yang direkomendasikan oleh gubernur Maluku sebagai legitimasi rakyat hingga jelang pengumuman belum juga ada tanda-tanda akan dipanggil presiden.

Masyarakat mengancam akan melakukan aksi protes terhadap pemerintah pusat bila di antara deretan nama menteri tidak mengakomodir putra terbaik Maluku. Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD-KNPI) Maluku, Bisri AS Shiddiq Latuconsina dalam jumpa pers di kantor DPD KNPI Maluku yang ada di Jalan Said Perintah Kota Ambon, Jumat (24/10) sore.

“ Berbagai protes akan kami gelar dalam merespon kebijakan Presiden bila tidak mengakomodir putra Maluku di Kabinet. Ini bukan persoalan tuntutan, tetapi persoalan kesempatan. Negara harus memberikan ruang dan kesempatan bagi putra Maluku untuk mengekplorasikan kemampuannya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara ini, “ ungkapnya.

Latuconsina mengatakan, Maluku yang merupakan bagian dari integral kesatuan Republik Indonesia cukup memiliki sumber daya manusia yang mumpuni. Banyak putra-putra terbaik Maluku yang memiliki kapasitas untuk diakomodir dalam membangun bangsa. Selain itu Maluku juga memiliki sumber daya alam yang cukup potensial untuk pembangunan bangsa.

“ Hal ini yang harus menjadi pertimbangan betapa Maluku sangat strategis di negara ini. Pemerintah pusat tidak hanya menaruh kepentingan terhadap sumber daya alam di Maluku dengan mengabaikan keterlibatan sumber daya manusia di Maluku untuk berbuat dan berkarya untuk negara ini. “ Harapnya.

Latuconsina menambahkan, respon masyarakat atas kebijakan presiden agar mengakomodir putra terbaik Maluku masuk dalam jajaran kabinetnya merupakan itikad baik. Selain untuk mengabdi terhadap bangsa dan negara, keterwakilan putra Maluku di kabinet adalah wujud nasionalisme orang Maluku terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Bil)