MALUKUnews, Ambon: Pembangunan infrastruktur yang dilakukan terus mendukung kemajuan proses pembangunan di daerah ini. Dinas Pekerjaan Umum turut memajukan Provinsi Maluku agar setara dengan daerah lain,meskipun anggaran yang terbatas, namun ada komiitmen bersama yang dijalin baik di instansi Kab/Kota dan stakeholder terkait.

Sejumlah pembangunan infrastruktur yang sedang dan telah dibangun antara lain, pembangunan ruas jalan provinsi maupun kabupaten untuk mendukung Modal Trans Maluku, yakni pembangunan ruas jalan Nasional sepanjang 166.065 Km, ruas jalan provinsi sepanjang 1.297,04 Km, serta ruas jalan Kabupaten sepanjang 6.100, 46 Km, sehingga total seluruhnya yakni 8.705,6 km .

Demikian halnya dengan pembangunan jembatan nasional maupun provinsi sebanyak 147 buah yang dibiayai dari APBN dan APBD.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku, Ismael Usemahu mengatakan, untuk tahun 2014, Dinas Pekerjan Umum berupaya maksimal melaksanakan program peningkatan dan perbaikan sejumlah ruas jalan dan jembatan diberbagai daerah di Maluku, antara lain peningkatan ruas jalan Negeri Morela menuju Negeri Liang, Pulau Ambon Kabupaten Maluku Tengah, jalan lingkar Gorom, dan lingkar Kesui, serta lingkar Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Pemeliharaan dan pembangunan infrastruktur jalan serta jembatan ini menggunakan sumber dana APBN Rp40,4 miliar. Khusus untuk pemeliharan jalan di kota Ambon melalui Bina Marga berencana melakukan secara berkala, terutama untuk ruas jalan Ambon-Latuhalat, karena mengalami kerusakan total akibat bencana banjir dan tanah longsor tahun lalu.

Pemeliharaan jalan rutin seperti ruas jalan Ambon-Air Besar, jalan Pattimura, jalan lintas Saparua-Itawaka, Pelauw-Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, ruas jalan Kayeli-Ilath, di Kabupaten Buru, jembatan Waikoba, Wasima dan jembatan Waetina di Kabupaten Buru Selatan.

Program yang sama juga dilakukan untuk ruas jln Ohoitel-Ngadi (Kota Tual), jln Ibra-Danar, di Kabupaten Maluku Tenggara, Ilngei-Batu Putih, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, ruas jalan Tepa-Letwurun dan Wermasiang-Leti di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Pembangunan lainnya lain dibidang irigasi seluas 16.695 Ha, bendungan sebanyak 15 buah yakni di pulau Seram sebanyak tujuh bh, dan pulau buru delapan buah.

Pembangunan belasan bendungan tersebut sebagai komitmen mendukung rencana Pemrov Maluku menjadikan daerah ini sebagai sentra lumbung beras bagi kawasan timur Indonesia. Sedangkan dibidang pembangunan cipta karya telah dibangun 987.305 buah (60%) sarana air bersih di sejumlah daerah dari total yang direncanakan hingga 2019 mendatang untuk meyukseskan program Milnium Development goals (MDGs), sama halnya dengan pembangunan sanitasi sebanayak 743.176 buah. (Eda)