MALUKUnews, Ambon: Himbauan pemerintah daerah Maluku agar masyarakat tetap berada di rumah atau Stay at Home nampanya tak efektif lagi.

Pasalnya saat ini masyarakat terutama di Ambon banyak terlihat melakukan aktifitas di luar rumah. Bahkan tidak sedikit yang tidak menggunakan masker saat beraktifitas. Sering berkumpul maupun berkerumun juga masih kerap kali terjadi di masyarakat.

Akibat himbauan Stay at Home maupun menggunakan standar kesehatan Covid-19 yang kurang dipatuhi hingga menyebabkan angka positif Covid-19 di Maluku saat ini terus meningkat.

Data Gustu Covid-19 Maluku, menyebutkan, hingga tanggal 13 Mei 2020 kemarin, jumlah kasus positif corona di Maluku sudah berjumlah 62 orang, 17 sembuh dan 4 orang meninggal dunia. Sementara 41 diantaranya masih di rawat di sejumlah rumah sakit. Sedangkan jumlah ODP 55 orang dan PDP 22 orang.

Untuk mencegah meningkatnya kasus Covid-19 di Maluku, dan mengajak masyarakat tetap berada di rumah, Ketua Harian Gustu Covid-19 Maluku, Kasrul Selang, kepada wartawan beberapa hari lalu, mengatakan, pihaknya telah mendorong Maluku terutama di Kota Ambon untuk segera diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). “ Kami sedang mendorong PSBB ini ke pemerintah pusat. Kita sedang tunggu hasilnya, kapan bisa diberlakukan,” ujar Kasrul.

Informasi yang dihimpun Malukunews.co, menyebutkan, sejauh ini Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, juga ngotot agar Kota Ambon segera diberlakukan PSBB. Pasalnya grafik kasus corona di Ambon terus meningkat dari hari ke hari.

Rencana pemberlakuan PSBB di Ambon dan Maluku terlihat mulai matang. Hal ini terbukti dengan, hari ini Pemda Provinsi Maluku dan Pemkot bersama Kapolda Maluku, Irjen Pol. Baharudin Djafar dan Pangdam XVI Pattimura, Mayjen Marga Taufiq sedang melakukan rapat bersama untuk mematangkan rencana PSBB itu. Pertemuan bersama itu berlangsung di aula korem 151/Binaya di Ambon, Kamis (14/05). (Qin)