MALUKUnews.co, Ambon: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komna HAM) Perwakilan Maluku, menyurati Bupati Seram Bagian Barat (SBB), M. Yasin Payapo, terkait kasus dugaan pemukulan/penganiyaan wartawan atas nama Yasmin Bally saat melakukan peliputan di kantor Pemda SBB beberapa hari itu.

Surat Komnas HAM Perwakilan Maluku kepada Bupati SBB ini bernomor: 021/03-00/III/2021, bersifat segera, dengan perihal permintaan klarifikasi. Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala Komnas HAM Perwakilan Maluku, Benediktus Sarkon, tertanggal 9 Maret 2021.

Surat Komnas HAM itu memuat sejumlah poin penting yang harus dijawab dan segera diklarifikasi oleh Bupati SBB terkait kasus yang dialami wartawan Yasmin Bally itu.

Dalam surat tersebut, Komnas HAM sendiri penting mengingatkan, bahwa penghalangan upaya pencarian berita merupakan bentuk pelanggaran hak atas kebebasan pribadi yang dijamin dalam pasal 28E ayat (3) undang-undang dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, jo pasal 23 ayat (2) UU No.39 Tahun 1999, tentang Hak Asasi Manusia, jo pasal 4 ayat (3) dan pasal 18 ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“ Untuk mempermudah kami memeriksa pengaduan ini, maka kami harap saudara (red-bupati) akan mencantumkan nomor surat ini dan nomor agenda pengaduan yaitu (11087) di dalam surat tanggapan saudara yang kami tunggu dalam waktu (14) empat belas hari kerja, sejak surat ini saudara terima,” demikian yang disampaikan Kepala Komnas HAM Perwakilan Maluku, Benediktus Sarkon kepada Bupati SBB diakhir suratnya itu. (Mas)