MALUKUnews, Ambon: Kementerian Sosial (Kemensos) terhitung 1 Agustus 2019 menonaktifkan 5.227.852 juta peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS-Kes) Penerima Bantuan Iuran (PBI) termasuk yang ada di Maluku.

Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Sosial Nomor 79 Tahun 2019, per 1 Agustus 2019. Penonaktifan ini dilakukan karena peserta PBI yang bersangkutan tidak terdaftar dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kementerian Sosial.

Jumlah yang dinonaktifkan itu sebanyak 5,2 juta. Dari yang 5,2 juta itu, NIK Nomor Induk Kependudukan-nya tidak jelas dan tidak pernah menggunakan fasilitas kesehatan sejak tahun 2014 sampai sekarang. Sisanya, 114 ribu jiwa sisanya yang sudah meninggal, data ganda atau masuk ke segmen yang lain.

Dikatakan Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Sartono Pinning, untuk Maluku tercatat sebanyak 140.884 peserta PBI BPJS-Kes yang dinonaktifkan dari total 800ribu sekian peserta PBI.

Alasan dinonaktifkannya 140.884 peserta PBI itu kata Pinning karena ternyata sebagian besar peserta memiliki NIK yang tidak valid dan tidak jelas.

Langkah itu kata dia untuk mengevaluasi dan validasi data dengan tujuan agar tepat sasaran. "Karena harus tepat sasaran, ini adalah upaya untuk efisiensi dari aspek anggaran dari pemerintah, artinya kita bisa menyalurkan sekian banyak anggaran jaminan kesehatan kalau status jelas,"jelasnya kepada awak media di kantor Gubernur Maluku, Ambon, Kamis (08/08).

Dirinya berharap, data 140ribu sekian peserta yang dinonaktifkan itu bisa diperoleh untuk selanjutnya dilakukan validasi data. "Bantuan ini harus by name by addres by NIK yang nanti dikasi BPJS kepada Dikcapil , nanti data itu dikirim ke kabupaten/kota untuk disandingkan dulu, mungkin dari situ ada yang data NIKnya jelas dari yang dinonaktifkan itu. Karena kewenangan pengolahan data itu di kabupaten/kota,"terangnya.

Setelah disandingkan, melalui koordinasi akan dilakukan verifikasi faktual atau konfusid oleh Dinas Sosial.

Meski saat ini 140.884 peserta PBI itu telah dinonaktifkan, diakuinya ini belum final. "Penonaktifkan ini bulan sesuatu yang final, ada kemungkinan diaktifkan kembali setelah validasi data,"sambungnya.

Saat ini, otomatis kata dia, tersisa 700 sekian peserta BPJS penerima PBI dari pemerintah yang ada di Maluku.

Dijelaskannya, dalam satu bulan, peserta PBI mendapatkan bantuan senilai Rp. 23.000 sebagai peserta BPJS-Kesehatan. (RUZ)