MALUKUnews, Ambon: Ada 5 daerah otonom di Maluku yang tidak termasuk dalam kategori daerah tertinggal yang ditetapkan Pemerintah Pusat (Pempus).

Kelima daerah itu masing-masing Kota Ambon, Maluku Tengah (Malteng), Buru, Maluku Tenggara (Malra) dan Kota Tual. Sejauh ini Pempus hanya menetapkan 6 kabupaten di Maluku yang masuk dalam kategori daerah tertinggal, yaitu Maluku Tenggara Barat (MTB), Kepulauan Aru, Seram Bagian Barat (SBB), Seram Bagian Timur (SBT), Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten Buru Selatan (Bursel).

Penetapan daerah tertinggal ini oleh Pempus dilakukan 5 tahun sekali.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2020, tentang penetapan daerah tertinggal tahun 2020-2024 itu. Ada 62 daerah di Indonesia yang ditetapkan tertinggal termasuk 6 daerah otonom di Maluku itu.

Seperti dikutip dari Perpres, Jumat (08/05), lalu disebutkan, bahwa daerah tertinggal adalah daerah kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang, dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional. Ada enam kriteria terkait penetapan daerah tertinggal, seperti dijelaskan Pasal 2 Perpres:

Pasal 2

(1) Suatu daerah ditetapkan sebagai berdasarkan kriteria:

a. perekonomian masyarakat;

b. sumber daya manusia;

c. sarana dan prasarana;

d. kemampuan keuangan daerah;

e. aksesibilitas; dan

f. karakteristik daerah.

2). Selain berdasarkan kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dipertimbangkan karakteristik daerah tertentu.

(3). Kriteria ketertinggalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diukur berdasarkan indikator dan sub indikator.

(4). Ketentuan mengenai indikator dan sub indikator sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dengan Peraturan Menteri.

(Mar)