MALUKUnews, Ambon: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaksanakan sekolah lapang iklim tahap II bertempat di Balai Diklat Pendidikan dan Pertanian Provinsi Maluku di Ambon, Sabtu (09/11).

Peserta yang ikut dalam pendidikan ini berasal dari petugas pertanian yang ada Pulau Ambon, Pulau Seram, Maluku Utara dan Pulau Buru.

Deputi Klimatologi Drs. Herizal di Ambon, menjelaskan, bahwa iklim sangat mempengaruhi hasil pertanian, sehingga masyarakat perlu memahami iklim dan menyesuaikan dengan hawa iklim.

“ Informasi iklim bagi BMKG sangat mudah dipahami, tetapi bagi para pengguna sangat sulit. Semoga dari pendidikan yang sedang berlangsung selama tiga hari ini bisa bermanfaat," ujar Herizal.

Herizal juga berharap, setelah pendidikan ini selesai, tidak hanya pemahaman yang diharapkan, tetapi juga dapat terbentuk komunitas untuk berkolaborasi dan berkomunikasi terkait dengan permasalahan iklim.

" Informasi iklim biasanya dipetakan dalam angka statistik. Angka seperti ini harus diedukasi, jika tidak, maka para petani pasti bingung juga. Maka dalam tiga hari pendidikan ini para peserta dikenalkan dengan bacaan angka statistik," katanya.

Lanjut Herizal, dari BMKG biasanya mengeluarkan informasi mendasar yang namanya prakiraan musim dua kali setahun. " Informasi iklim ini disampaikan dengan tujuan petani dapat memahami, sehingga mereka patuh pada petunjuk dan meminimalisir gagal panen,” ucap Herizal.

Selain itu, terkait dengan program Smart Farming itu, adalah program pemerintah kedepannya yang dikoordinir oleh Menko Perekonomian. “ Tujuannya untuk meningkatkan sektor pelayanan mulai dari hal teknis hingga pemasaran,” tutup Herizal. (Nona)