MALUKUnews, Ambon: Badan Metorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dinilai tak konsisten dalam menyampaikan data resmi gempa ke publik.

Data gempa yang terjadi di Maluku yang disampaikan BMKG sering kali berubah-ubah.

Beberapa catatan Malukunews.co, menyebutkan, telah beberapa kali BMKG meralat informasi kekuatan gempa maupun posisi lokasi gempa. Padahal data resminya terkait kekuatan dan posisi gempa itu sudah disampaikan kepada publik, dan telah dipublikasi melalui website resminya www.bmkg.go.id.

Sebut saja, pada gempa Maluku pada tanggal 26 September 2019 lalu misalnya. BMKG melalui website nya saat itu telah menyebutkan, bahwa gempa terbut bermagnitudo 6,8, namun beberapa jam kemudian, data itu berubah lagi menjadi 6,5. Hal seperti ini sering terjadi. Artinya BMKG tak konsisten dan membuat publik pun menjadi bingung.

Sama halnya dengan gempa Magnitudo 5,1 yang baru saja terjadi hari ini di Maluku, Senin (02/12). Seperti tercaat di website BMKG, www.bmkg.go.id, menyebutkan, gempa Magnitudo 5,1 tersebut berada pada posisi -4.44 LS dan 130.66 BT. Dengan kedalaman 24 Km. Lokasi/ pusat gempa berada 149 km tenggara Seram Bagian Timur, Maluku.

Namun beberapa jam kemudian BMKG meralatnya, dengan mengeluarkan data baru yang dipublikasikan melalui website nya yang sama. BMKG menyebut, posisi koordinat gempa berada pada 14.44 LS. Begitu sama halnya dengan pusat gempa juga berubah, dengan mengatakan, pusat gempa berada di laut, 85 km Timur Banda .

“ Kali ini kami harus kritik BMKG yang sering kali datanya berubah-berubah itu. Kami sarankan kepada BMKG, kalau data gempa belum valid jangan buru-buru untuk sampaikan ke publik. Publik bisa memaklumi kalau BMKG kadang juga keliru, tapi ini sudah terjadi berulang kali, jadi dengan terpaksa kami harus sampaikan kritik ini. BMKG juga bekerja secara profesional,” demikian kritik Redpel Malukunews.co Habil Kadir.

Hingga berita ini dipublikasikan sore ini, Malukunews.co belum berhasil menghubungi pihak BMKG untuk diminta tanggapannya. (Qin)