MALUKUnews, Ambon: Melky Lohy, Kepala bidang pendidikan menengah (Kabiddikmen) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Maluku, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai tingkat kelulusan siswa kelas ujian di Maluku. Pasalnya, hingga saat ini Provinsi Maluku belum juga tuntas mengenai pendistribusian buku paket kurikulum 2013 dari pemerintah pusat.

“Hingga saat ini, belum juga ada titik terang persoalan pendistribusian buku kurikulum 2013 ke daerah kita. Apalagi dengan mundurnya penyedia jasa dalam proyek ini. Jadi yang kita khawatirkan nanti adalah soal kelulusan siswa saat ujian nanti,“ ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya Selasa (21/10) sore.

Walaupun ada upaya awal dengan penyediaan soft copy materi ajar kurikulum 2013 ke sekolah-sekolah, namun tetap jadi kekhawatiran karena banyak sekolah di pedesaan yang belum terlayani listrik. Dengan persoalan ini, pastinya akan berimbas kepada anak didik di sekolah yang kekurangan pasokan materi ajar. “Jika nantinya tingkat kelulusan turun drastis, maka siapa yang harus disalahkan?“ jelasnya.

Pasalnya, kebijakan pendistribusian buku paket tahun 2013 ada pemerintah pusat dimana kontrak payungnya dilaksanakan di Jakarta. Dipaparkan, dengan persoalan belum terdistribusinya buku paket kurikulum tahun 2013, maka pihak sekolah di Maluku hanya bersifat menunggu karena soal kontrak pengadaan dan pendistribusian buku kurikulum 2013 menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat. (MNC)