MALUKUnews, Ambon: Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang terbagung dalam Aliansi Mahassiwa Tenggara berlangsung di depan kantor gubernur Maluku, Selasa (12/05), siang.

Para mahasiswa asal Maluku Tenggara Raya yang terdiri dari, Kota Tual, Kepualuan Aru dan KKT ini, mendesak gubernur Maluku supaya mengijinkan mereka untuk kembali ke kampung halaman mereka amsing-masing. Pasalnya, selama berada di Ambon di musim Pandemi Covid-19 ini mereka selalu menahan lapar, karena ketiadaan bantuan. Para mahasiswa ini umumnya indekost.

Para pendemo ini kesal, karena untuk mendapatkan ijin untuk kembali ke kampung harus memenuhi sejumlah persyaratan yang sudah ditetapkan pemerintah. “ Kami lapar dan harus segera pulang kampung,” teriak salahs atu pendemo.

Gubernur juga diminta supaya bisa membuka akses utama pelabuhan Yos Soedarso Ambon, sehingga kami harus pulang. “ Kalau kami tetap berada di Ambon, kami bisa mati lapar, karena tidak ada makanan. “ Kami bosan karena setiap hari hanya makan nasi sendiri dan minum air putih saja,” ujar salah satu pendemo. (Qin)