MALUKUnews, Ambon: Gubernur Maluku, Murad Ismail, mengratiskan biaya rapid test untuk 72 orang santri/santriwati pondok modern Gontor asal Maluku yang hendak melakukan perjalanan kembali ke pondok pasantren di Jawa Timur, usai libur panjang.

Ketua Ikatan Keluarga Pondok Modern Darussalam Gontor (IKPM) Maluku, Ust Saiful Ali Maskaty bersama pengurusnya lainnya telah melakukan silaturahmi dengan Gubernur Maluku, Murad Ismail beberapa hari lalu di kediamannya di Ambon. Dalam pertemuan itu, gubernur menyampaikan menggratiskan biaya rapid test untuk para pelaku perjalanan 72 santri/santriwati. “ Terima kasih atas bantuan dan dukungan pak gubernur,” ujar Maskaty seperti dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Rabu (17/06).

Dalam silaturahmi itu, Maskaty menyampaikan, bahwa animo besar masyarakat Maluku untuk anaknya melanjutkan pendidikan di pesantren-pesantren di Indonesia cukup tinggi. Salah satunya di pasenten Gontor. “ Tentunya, kami sangat membutuhkan dukungan dan perhatian dari Pemda agar anak-anak Maluku bisa memperdalam ilmu-ilmu agama di pasantren meskipun dalam kondisi sulit menghadapi pandemi Covid-19 ini,” kata Maskaty kepada gubernur saat itu.

Gubernur Maluku pada kesempatan silaturrahmi itu, kata Maskaty, menyambut baik dan mendukung penuh para santri/santriwati untuk melanjutkan studinya di pesantren. “ Pak gubernur yakin, bahwa kedepan nanti para santri/santriwati asal Maluku ini bisa berkontribusi banyak demi kemajuan Maluku,” ujar Maskaty mengutif ucapan gubernur.

Lanjut Maskaty, sebanyak 72 santri/santriwati yang perjalanannya kembali ke pasentren di bagi dalam dua tahap. Tahap pertama sudah berangkat pada tanggal 15 Juni 2020 kemarin, dan tahap kedua berangkat pada tanggal 20 Juni 2020 mendatang. “ Para santri/santriwati ini dibebaskan dari biaya rapid test saat hendak melakukan perjalanan sesuai perintah gubernur. Terima kasih pak gubernur,” ujar Maskaty penuh syukur. (Qin)