MALUKUnews, Ambon: Kapolda Maluku Irjen Pol Drs. Refdi Andri, M.Si, mengaku, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyatakan vaksin Covid-19 Sinovac, halal.

Kapolda menyampaikan hal itu setelah mengikuti sosialiasi tentang vaksinasi bersama Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, melalui virtual zoom yang dipusatkan di Jakarta, Senin (11/1/2021).

Orang nomor 1 Polda Maluku ini mengkuti virtual zoom terkait sosialisasi vaksin Covid dari kediaman Dinasnya, Tantui, Kota Ambon.

Dalam kegiatan itu, Kapolda didampingi Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Drs. Jan de Fretes, MM, Karo Ops, Direktur Intelkam, Kabid Humas, Kabid Dokkes dan perwakilan Direktur Binmas Polda Maluku.

"Menteri Kesehatan RI menyampaikan untuk ijin halal, MUI sudah memberikan sertifikatnya, BPOM juga sudah memberikan ijinnya," kata Kapolda mengutip pernyataan Menteri Kesehatan RI.

Menteri menyebutkan, kata Kapolda, terdapat 1,2 juta vaksin yang sudah didistribusikan ke seluruh provinsi di Indonesia. Kendati begitu, tidak semua provinsi menerimanya 100 persen, karena terkendala dengan tempat penyimpanan.

"Ada beberapa provinsi yang belum bisa terima 100 persen dikirimkan, karena masalah penyimpanan, ruangannya penuh yakni Jakarta, Jambi, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara," sebutnya.

Dalam sosialiasi tersebut, juga diketahui Presiden RI Joko Widodo akan divaksinasi pada 13 Januari 2021. Untuk Gubernur se Indonesia dan para pimpinan daerah disuntik setelah 14 Januari 2021, atau paling lambat 15 Januari 2021.

"Dan pastikan saat disuntikan vaksin dilakukan di Rumah Dakit besar. Sehingga memberikan motivasi kepada tenaga kesehatan dan masyarakat," katanya.

Untuk provinsi yang data terkonfirmasi paling tinggi, diharapkan agar dapat menyiapkan tempat tidur dalam kamar isolasi di Rumah Sakit. Sehingga bila terjadi penambahan pasien bisa tertangani dengan baik.

"Pasien di isolasi mandiri di rumah, namun hal ini yang justru menambah jumlah kenaikan penyebaran Covid. Untuk itu semua Rumah Sakit agar menambahkan tempat tidur untuk Covid," terangnya. (Red)