MALUKUnews, Ambon: Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Provinsi Maluku mencapai 105,72 yang disebabkan oleh menurunnya pendapatan rumah tangga (nilai indeks 102,86) dan konsumsi rumah tangga terhadap makanan dan non makanan (nilai indeks 103,49), yang tidak mempengaruhi adalah kaitan inflasi dengan konsumsi makanan sehari-hari yang relatif stabil (nilai indeks 112,85).

Jika dilihat dari 34 Provinsi di Indonesia, Provinsi Sulawesi Utara mencapai ITK tertinggi sebesar 110,83 dan Provinsi Papua menduduki posisi terendah sebesar 97,70, dan Nilai ITK secara nasional mencapai 101,03.

Hampir seluruh Provinsi di wilayah Sulampua (Sulawesi, Maluku, dan Papua) memiliki nilai indeks diatas 100, kecuali Provinsi Gorontalo, Maluku Utara, dan Papua Barat, hal ini menunjukkan bahwa kondisi perekonomian di wilayah Sulampua secara umum relatif stabil.

Diperkirakan nilai ITK Provinsi Maluku akan meningkat sebesar 112,35 pada triwulan IV-2019, perkiraan meningkatnya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan IV-2019 didorong oleh meningkatnya pendapatan rumah tangga (nilai indeks sebesar 116,88) dan rencana pembelian barang tahan lama (nilai indeks 104,43).

Dari sepuluh Provinsi di Sulampua terdapat enam Provinsi yang diperkirakan mengalami peningkatan kondisi ekonomi pada triwulan IV-2019, sementara empat Provinsi lainnya diperkirakan mengalami penurunan. Nilai ITK tertinggi di wilayah Sulampua diperkirakan terjadi di Provinsi Maluku dengan ITK perkiraan sebesar 112,35 yang juga merupakan tertinggi se-Indonesia, sedangkan terendah diperkirakan terjadi di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan nilai ITK perkiraan 90,25. (Nona)