MALUKUnews, Ambon: Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Maluku, Ruslan Hurasan menegaskan, sekolah di Maluku belum memungkinkan dilaksanakan melalui tatap muka. Hal ini dikarenakan masih ada tren kenaikan positif virus corona atau Covid-19 di Maluku khususnya di Ambon.

" Kita harus evaluasi bersama dan mempertimbangkan intruksi dan keputusan pemerintah pusat terkait kegiatan tatap muka di sekolah," ujar Hurasan kepada wartawan di Kantor DPRD Provinsi Maluku, Senin (30/11).

Menurutnya, kalau melihat intruksi dan keputusan pemerintah pusat tentang pembukaan belajar tatap muka di sekolah, dan keputusan ini akan dilakukan di tahun 2021 di bulan Januari nanti. Maka tentu dengan memperhatikan itu maka sepatutnya kalau Maluku harus di evaluasi lagi.

"Sampai saat ini kita masih dengan tetap proses belajar-mengajar dengan sistem daring, dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Disisi lain, pemerintah daerah lewat dinas pendidikan harus memperhatikan modul-modul dan proses pembelajaran daring sehingga mutu pendidikan kita masih tetap terjaga," ujar Hurasan. (Nona)