MALUKUnews, Jakarta: Pilpres 9 Juli mendatang harus menjadi momentum penting dan entry point bagi Provinsi Maluku. Sosok Menteri dari putra terbaik Maluku sudah saatnya di jawab oleh pemerintahan Indonesia terpilih nantinya. Namun dari sejumlah tokoh besar yang ada di Maluku, Karel Albert Ralahalu sangat layak diorbitkan untuk menjabat posisi strategis sebagai Menteri di tingkat pusat. Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Public Policy Watch Institute (POLWAIS Maluku), Wahada Mony di Jakarta, Kamis (24/04).

Menurut Mony yang juga Intelektual Muda Maluku ini mengatakan, secara teoritis posisi menteri di kabinet baru ini hanya bisa di capai dengan pendekatan politik atau profesiuonal (zaken kabinet). Paramter bargaining politik Karel Albert Ralahalu memiliki value koordinat politik yang sangat kental. Selaku Ketua DPD Partai PDIP Maluku, akan sangat mudah mengantarkan mantan Gubernur ini menjadi tokoh nasional yang duduk sejajar dengan pemerintahan lainnya di jajaran pusat. “Saya kira Karel merupakan sosok politik yang patut di usung menjadi Menteri, dia mempunyai segudang pengalaman yang amat panjang baik menjadi tokoh militer maupun gubernur”, ungkap Mony.

Secara politis Mony menuturkan, PDIP memiliki calon presiden sendiri yakni Joko Widodo (Jokowi). Jika Jokowi memenangkan pilpres mendatang maka sinyal kuat bagi putra terbaik Maluku untuk Masuk ke level Menteri akan sangat mudah. Paling tidak Karel memiliki kedekatan politik secara internal di PDIP. Hal ini akan mempermudah ruang komunaksi politik untuk memuluskan figur Maluku menjadi Menteri di tingkat Pusat. “saya yakin jika PDIP menang di Pilpres, maka jatah menteri dari Maluku akan di jabat oleh Pa Karel”.

Karel adalah sosok pemimpin Maluku yang sangat nasionalis, bijaksana dan visioner. Kepiawaiannya memimpin Maluku selama dua periode menunjukan beliau patut di orbitkan di tingkat pusat. Punya segudang pengalaman dalam pemerintahan serta tahu kebutuhan politik masyarakat di daerah. Sehingga kebutuhan Menteri asal Maluku di tingkat pusat pun harus benar-benar kompartibel dengan keinginan msayarakat di Maluku. “Menteri dari Maluku harus tahu cara dan kebutuhan di daerah, dan saya kira Pa Karel tahu betul tentang kebutuhan masyarakat Maluku saat ini. Sehingga beliau layak di usung jadi Menteri dari Maluku”. Ungkap Mony lagi.

Awalnya ungkap jebolan pemerintahan Fisipol Unpatti ini melanjutkan, Maluku sudah memiliki Wakil Menteri di jaman kabinet SBY-Boediono saat ini. Alex Retraubun yang sekarang masih menjabat Wakil Menteri (Wamen) Perindustrian-RI. Akan tetapi bagi rakyat Maluku jabatan Wamen di tingkat pusat bukan keinginan masif dari rakyat Maluku. Pempus masih dianggap membuka kesenjangan kebijakan dengan daerah-daerah lainnya terutama di Maluku. Pada hal Provinsi Maluku merupakan bagian tak terpisahkan dari NKRI yang juga ikut berjuang membela kemerdekaan-RI dari masa penjajahan. Maka penghargaan yang paling berharga dari Pemerintah Pusat kepada rakyat Maluku adalah porsi Jabatan Menteri sebagai jatah dari Maluku.

Oleh karena itu, Karel harus di dorong untuk mengisi jabatan tersebut karena sudah teruji secara politik maupun pemerintahan. “Pa Karel sudah teruji dalam dunia pemerintahan, maka beliau layak untuk di dorong sebagai wakil Maluku menjadi Menteri di Pusat”, Tegas Wahada Mony sambil menutup komentarnya. (Qin)