MALUKUnews, Ambon: Keluarga almarhumah berinisial DAS (yang meninggal akibat Covid-19) melakukan protes terhadap Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku.

Surat protes dilayangkan terbuka oleh Hasan Pelu yang mengaku sebagai keluarga almarhumah DAS. Surat terbuka itu beredar luas di media-media sosial.

“ Kami dari pihak keluarga almarhumah DAS yang di duga meninggal akibat Covid 19 yang di rawat di RSUD Haulussy Ambon, berapa hari yang lalu,” tulis Hasan Pelu dalam surat terbukanya yang juga diterima Malukunews.co, Rabu (13/05).

Kata Hasan, Kadis Kesehatan Provinsi Maluku, Meikyal Pontoh, atas nama Gustu Covid-19, seperti dalam keterangan pers beberapa hari lalu mengatakan, almarhumah DAS tertular Covid-19 dari suaminya karena beberapa waktu lalu melakukan perjalanan dinas ke Jakarta. “ Pernyataan kadis Pontoh itu tidak benar, karena suami DAS sebelumnya telah menjalani rapid test di RSU Piru dan hasilnya negatif,” komplain Hasan.

“ Kami pihak keluarga menilai pernyataan Kadis Kesehatan Provinsi Maluku itu hanyak menambah ketakutan dan kepanikan bagi masyarakat. Sebenarnya ada apa di balik semua ini,” tulis Hasan.

Hasan pun kemudian mendesak Kadis Kesehatan Meikyal Pontoh, untuk segera menklarifikasi pernyataanya. Sebab dengan pernyataan tersebut hanya membuat suami dan pihak keluarga kami di kucilkan oleh masyarakat. “ Sekali lagi kami minta Kadis Kesehatan untuk mencabut pernyataan secrpatnya,” tegas Hasan.

Hingga berita ini dipubliaksikan, Malukuenws.co belum berhasil menghungi Kadis Kesehatan Meikyal Pontoh. Nomor ponselnya yang dihubungi namun tidak merespon panggilan Malukunews.co. (Tim)