MALUKUnews, Ambon: Wakil Ketua DPDR Provinsi Maluku, Abdullah Asis Sangkala, angkat bicara terkait penanganan Covid-19 di Maluku.

Sangkala mengatakan, ia selau mendorong Pemda Maluku supaya segera memperbaiki manajemen menanganan terhadap orang-orang yang sedang disolasi/dikarantina guna mencegah Covid-19 itu.

Penegasan Sangkala ini menyusul adanya puluhan orang yang ngamuk dan memilih kabur dari lokasi karantina dari Kantor LPMP Maluku. Karena sesuai informasi yang diperoleh, mereka kabur karena tidak dilayani dengan baik, seperti tidak ada ketersediaan klinik, tenaga medis hingga pasokan makanan yang sering terlambat.

Kepada Malukunews.co, Kamis (02/04), melalui rilisnya, Sangkala menegaskan, perlu ada perbaikan manajemen pengelolaan, terutama pada loaksi-lokasi karantina. Harus dipastikan, di tempat-tempat karantina itu perlu disediakan fasilitas klinik dan tenaga medis serta kebutuhan makan untuk orang-orang yang sedang diisolasi. “ Kebutuhan seperti itu sangat penting sekali untuk diperhatikan,” ujar Sangkala.

Lanjut Sangkala, seperti informasi yang berkembang saat ini di sosial media, seperti di media online maupun Youtube, tentang adanya masyarakat yang dikarantina ribut-ribut di kantor LPMP. Mereka marah-marah karena merasa janji-janji Pemprov maupun gugus tugas Maluku tidak menepati janjinya. Yakni seperti menyediakan fasilitas klinik dan tenaga medis maupun kebutuhan makan yang sering terlambat.

Keruetan seperti ini, kata Sangkala, perlu menjadi catatan bagi pemerintah daerah supaya segera memperbaikinya. Perbaiki manajemen pengelolaannya, baik untuk tempat-tempat karantina maupun di posko-posko kedatangan di bandara maupun di pelabuhan. “ Ayo... mari kita evaluasi bersama agar targat untuk mencegah Covid-19 di Maluku bisa suskes,” ujar pria rendah hati ini. (Ait)