MALUKUnews, Ambon: Lokasi karantina di kantor Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Maluku di Waelela, Ambon, saat ini hanya dihuni oleh 24 orang saja. Sebanyak 80 orang lebih lainnya telah memilih keluar secara paksa, Rabu (01/04), kemarin.

Malukunews.co, Kamis (02/04), siang, mengunjungi lokasi LPMP guna memastikan kondisi sebenarnya yang terjadi disana.

Isolasi ini dimaksudkan untuk mencegah Covid-19 mewabah di Maluku.

Petugas security yang berjaga di pintu gerbang kantor LPMP kepada Malukunews.co, bercerita, mereka yang disolasi disini sebagian besar sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Mereka keluar secara paksa karena tidak dilayani pemerintah. “ Jadi yang masih bertahan dini hanya tersisa 24 orang saja pak,” cerita seorang petugas security yang minta namanya tidak dipublikasikan.

Lanjut security itu, 24 orang yang sementara menjalani karantina disini semuanya adalah warga Sanana di Maluku Utara. Mereka baru tiba dari Jakarta dengan menggunakan KM. Ngapulu beberapa hari lalu. “ Ke-24 orang saat ini merasa nyaman, karena mereka sudah dilayani Pemda dengan baik, terutama untuk pasokan makanan,” ujar security itu.

Kata security itu, ke-24 orang ini lebih memilih diisolasi disini, karena mereka belum bisa pulang ke Sanana, karena wilayah mereka disana juga untuk sementara masih dinyatakan tertutup guna mencegah Covid-19 mewabah disana. “ Mereka mengaku lebih nyaman disini,” ujar security mengutif cerita warga Sanana yang sedang diisolasi itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa pada Rabu, kemarin, puluhan orang yang dikarantina di LMPM ini memili kabur kemabli ke rumah. Mereka tidak tahan berada di lokasi isolasi ini, karena Pemda tidak menyediakan fasilitas klinik maupun tenaga medis. Bahkan pasokan makanan untuk mereka pun sering terlambat. (Qin)