MALUKUnews, Ambon: Pilkada SBT mulai terasa memanas. Para tim masing-masing kandidat balon kepala daerah mulai saling berbalas pantun di media sosial (medsos), ini pertanda segara dimulianya pesta demokasi di daerah yang berada di ujung timur pulau seram itu.

Saling pantuan ini bermula dari postingan status facebook dari Abdullah Vanath, suami dari bakal calon bupatidari jalur perseoranga/independen, Rohani Vanath pada tanggal 26 Juni 2020.

Dalam postingan itu, Abdullah Vanath (AV) menuding ada upaya menggagalkan pencalonan istrinya. Informasi itu katanya diperoleh dari percakapan grup WhatsApp Balifhar (Barisan Layalitas Fahri Husni Alkatiri). “ Tuduha itu tidak benar,” ujar Koordinator Balifhar, Abdulla Wajo, seperti dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Sabtu (27/06).

Seperti dalam postingan di facebook itu, Abdullah Vanath menulis caption “Semua pendukung dan tim penghubung Nina-Ramah tetap semangat mengawal Verfak. Pastikan Nina-Ramah lolos tanpa perbaikan. Waspadai upaya pihak tertentu yang sejak awal ingin menggagalkan Nina-Ramah. Perhatikan Chatting mereka.”

Tuduhan Abdullah Vanath (AV) kemudian terbalas, dengan dipostingnya video klarifikasi di facebook oleh Koordinator Balifharm Abdullah Wadjo pada 27 juni 2020. Dalam video klarifiaksi itu, Wajo menyayangkanatas tuduhan AV itu. Wajo, mengatakan, AV tidak melihat seutuhnya percapakan di group Balifhar itu. “ Jika maksud sudara AV ingin menggiring opini, maka saya tekankan tidak ada niatan kami sedikit pun untuk menggagalkan calon perseorangan itu,” ujar Wajo.

Untuk diketahui, saya hanya mau melindungi hak relawan yang kebetulan nama istri saya juga dicatut dalam relawan Nina-Ramah tanpa sepengetahuannya. “ Untuk dketahui, kami tidak punya kemampuan mengitervensi penyelenggara untuk menggagalkan calon perseorangan itu. Yang kami tau AV sering menyatakan bahwa penyelenggara tidak independen,” tegas Wajo. (Mar)