MALUKUnews, Ambon: Ratusan pejabat esalon IV, III dan II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dilaporkan belum menerima tunjangan jabatannya. Padahal mereka telah dilantik Bupati SBT, Mukti Kalionas sejak bulan Januari 2020 lalu.

Sember Malukunews.co di lingkungan Pemda SBT, menyebutkan, sebagian besar pejabat pada masing-masing esalon itu belum mendapat tunjangan jabatan maupun tunjungan lainnya. Sebagian mereka ada yang mengeluh atas manajemen birokrasi dibawa kendali Bupati Mukti Kaliobas ini. “ Sejak saya dilantik menjadi pejabat esalon tiga bulan Januari lalu, saya belum menerima tunjangan jabatan. Beberapa rekan saya juga nasibnya sama seperti saya,” ujar salah satu pejabat esalon tiga saat dihubungi Malukunews.co, Rabu (29/07).

Sementara itu, Sekda SBT, Syarif Makmur, yang dikonfirmasi Malukunews.co, via ponselnya, Rabu, pagi, ini, mengatakan, ia baru mendengar informasi ini, bahwa sebagain pejabat diberbagai esalon itu sejak dilantik belum mendapat tunnjangan. “ Nanti saya cek lagi, tapi kalau untuk masalah tunjangan memang itu urusan keuangan pak,” ujar Sekda Syarif.

Sekda mengakui, memang, untuk mendapat tunjangan, para pejabat esalon itu harus memasukan tiga surat pernyataan ke bagian keuangan, seperti pernyataan pelantikan, pernyatakan melaksanakan tugas dan pernyataan duduk jabatan. “ Saya sudah menandatangani tiga surat pernyataan itu tiga hari lalu, nanti para pejabat-pejabat itu mengeceknya saja di bagian keuangan atau ke staf sekda saja,” ujar Sekda Syarif Makmur.

Untuk diketahui, Sekda Syarif Makmur sempat buka-bukaan terkait amburadulnya pengelolaan birokrasi di bawah kepemimpinan Bupati Mukti Kaliobas. Hal itu disampaikan Sekda Syarif saat memberikan penjelasan kepada kelompok masa yang melakukan aksi demo di Pemda SBT awal bulan kemarin.

Menurut Sekda Syarif, ia menyayangkan di Pemda SBT ini, ada Sekda, tapi yang mengatur dan mengurus mutasi itu adalah orang-orang yang punya kepentingan politik. “ Saat mutasi itu, saya tidak beri tahu selaku sekda, padahal saya ada ditempat,” ujar Sekda dengan nada meninggi seakan menyindir Bupati Kaliobas, saat memberikan penjelasan kepada para pendemo saat itu. (Mar)