MALUKUnews, Ambon: Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pada saat pelak­sanaan pemungutan suara ulang Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Polda Maluku mem­pertebal personil pengamanan. Hal ini diakui oleh Kapolda Maluku, Brigjen Polisi Muktiono kepada wartawan di Ambon, kemarin.

Kapolda mengatakan, menjelang pelaksanaan pemungutan suara ulang maka saat ini personil sudah dikerahkan guna mengamankan situasi di SBT.

Bahkan besok (hari ini-red) Muspida Maluku yang didalamnya termasuk Polri dan TNI bersama-sama Komisi A DPRD Maluku akan meninjau langsung kesiapan pemu­ngutan suara di SBT. Menyangkut pola pengamanan, Kapolda mengaku salah satu pola yang akan digunakan yaitu satu polisi, satu TPS dan dua linmas.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 656 personil gabungan Polri dan TNI siap mengamankan proses pemungutan suara ulang yang dijadwalkan berlangsung 11 September 2013 mendatang di Kabu­paten Seram Bagian Timur (SBT). Jumlah tersebut terdiri dari 349 personil gabungan Brimob, Sabhara, Reserse dan Lalu Lintas, 137 personel TNI ditambah 170 personil dari Polres SBT.

Hal itu dikatakan Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Maluku, Kombes Polisi Martuani Sorbin Siregar seperti dikutif dari Siwalima, Selasa lalu.

Menurutnya, menyikapi tingkat kerawanan di SBT, Polda Maluku sudah mengantisipasinya dengan mengerahkan personil untuk mengamankan proses pemungutan suara ulang.

“Kita antisipasi tingkat kerawa­nan disana. Nanti sebelum hari H, kami juga akan bersama-sama turun ke SBT melihat secara langsung kesiapan termasuk kondisi keama­nan. Itu semua menjadi perhatian kami termasuk masyarakat. Sukses­nya pemungutan suara ulang bukan tergantung polisi dalam melak­sanakan pengamanan, tapi masyarakat ikut serta dalam menjaga Kamtibmas secara bersama-sama,” ujar Siregar. (S5)