MALUKUnews, Bula: Duagaan korupsi ratusan juta oleh dua mantan pejabat desa Nama Lena dan Desa Nama Andan di Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) di proses Kejaksaan Negeri (Kejari) SBT. Kedua mantan pejabat itu masing-masing berinisial AR dan MNR.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) SBT, Riyadi, saat temui di ruang kerjanya, Rabu (11/12), mengatakan, berdasarkan hasil audit BPKP, kerugian negara akibat dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan kedua mantan pejabat desa itu sebesar Rp. 139.000.000. “ Seluruh barang bukti terkait perbuatan kedua mantan pejabat desa itu kami sudah kantongi,” ujar Kajari Riyadi.

Dalam waktu dekat, lanjut Kajari, dua bekas mantan pejabat desa itu akan dilimpahkan ke pengadilan. " Kami sementara sedang menyusun dakwaannya, dan selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan" kata Kajari.

Lanjutnya, meskipun kedua tersangka itu berniat untuk mengembalikan kerugian negara itu, namun tidak bisa menghapus proses pidananya. " Tapi sampai detik ini, belum ada pengembalian kerugian seperti yang mereka sampaikan itu,” katanya.

Pihak Kejari pun masih melakukan pertimbangan terhadap penahanan kedua tersangka itu. Kedua tersangka itu mempunyai anak yang masih kecil, sehingga mereka sedang mengajukan permohonan untuk tidak ditahan. " Permohonan tersangka untuk tidak tahan kejaksaan itu sesuai dengan pasal 21 Ayat 2 KUHP," tutup Kajari. (Sof)