MALUKUnews, Ambon: Kendati proses rekapitulasi penghitungan suara di tingkat PPS dan PPK masih terus berlangsung, namun semua pihak baik itu pendukung dan simpatisan maupun para kandidat harus menunggu keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku.

“Bahwa siapa menang dan siapa kalah itu kita kembalikan kepada kehendak Tuhan untuk menentukan. Dan menurut saya, semua pihak harus menahan diri kalau kita sayang daerah dan rakyat ini, karena jika hasil Pilkada ini tidak bisa dihasilkan sampai akhir Desember 2013 ini, maka kita akan dipimpin oleh Penjabat Gubernur hingga tahun 2015 artinya, Pilkada putaran kedua akan berlangsung pada 2015 dan karena itu kasihan bagi calon guebrnur yang telah diamanatkan oleh rakyat untuk masuk dalam putaran kedua menunggu dari satu tahun lebih,” ungkap Wakil ketua Komisi A DPRD Provinsi Maluku, Melkyas Frans seperti dikutif dari Siwalima, kemarin.

Ia sangat menghormati hak-hak politik masyarakat SBT yang sudah menyalurkan hak politiknya pada proses pemungutan suara ulang yang diagendakan KPU berdasarkan perintah dari MK, 11 September lalu.

“Kita lihatlah hasilnya seperti apa dan pemungutan suara ulang itu telah berjalan cukup baik dan lancar hanya ada di empat TPS yang dilakukan coblos ulang. Itu menurut saya, Panwas dan KPU sudah maksimal melakukan itu dan kita berikan apresiasi bagi mereka termasuk didalamnya keamanan,” ujarnya.

Dari aspek rakyatnya, lanjutnya, jika Maluku dipimpin oleh penjabat gubernur, tidak ada keputusan-keputusan besar yang bisa diambil, dimana penjabat gubernur itu orangnya pemerintahan dan administratif.

Dijelaskan, Komisi A DPRD Maluku meminta, agar seluruh pihak menahan diri dan menunggu hasilnya keputusan, karena nantinya hasil pemungutan suara ulang akan dibawa ke MK dan MK yang akan memutuskan.

“Kita berharap semua proses ini bisa berjalan dengan baik, normal saja ada kandidat yang menyatakan begini dan begitu. Ini hal biasa dalam dunia politik, tetapi mari kita sadar sungguh bahwa daerah dan masyarakat ini membutuhkan pemimpin yang betul-betul legitimasi oleh rakyat dan hasilnya kita tunggu saja tidak mendahului Tuhan dan keputu­san KPU,” katanya. (S5)