MALUKUnews, Ambon: Masyarakat Kecamatan Kelmury di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), hingga kini belum juga menikmati penerangan listrik. Sebanyak 22 perkampungan yang ada di kecamatan itu, sejak Indonesia merdeka, hingga saat ini hanya hidup dengan menggunakan penerangan pelita saja.

Seperti postingan dari akun facebook yang bernama Sofyan Chastell, 27 Juli 2019, yang juga adalah warga Kelmury, menyampaikan keluh kesahnya. “Kecamatan Kilmury adalah salah satu wilayah pemerintahan yang ada di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku-Indonesia. Hingga saat ini, belum juga tersentuh bantuan pemerintah untuk bersikap adil dengan menghadirkan penerangan untuk masyarakat Kelmury. Baik pemerintah daerah, provinsi bahkan pemerintah pusat,” demikian salah satu bunyi paragraph pada narasi Sofyan itu.

Sofyan juga mendesak Bupati SBT, Mukti Kaliobas dan Wakil BUpati, Fahri Husni Alkatiry, supaya bisa memberikan perhatian penuh kepada warga Kelmury akan kebutuhan penerangan listrik. “ Pemerintah daerah harus bersikap adil untuk masyarakat kami di Kelmury. Mereka sangat membutuhkan penerangan listrik,” ujar Sofyan dalam ciutannya di akun facebooknya itu.)

“ Sampai kapan kami di Kecamatan Kilmury harus hidup menderita tanpa penerangan seperti ini?. Sampai kapan. Lampu pelita akan menjadi sinar pendritan bagi kami. Apakah pemerintah ingin melihat penderitaan ini hingga ratusan tahun?. Atau apa maunya pemerintah ?,” demikian pernyataan kekesalan Sofyan pada postingannya itu. (Qin)