MALUKUnews, Bula: Salah satu putra terbaik Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Ir. Hi. Muhammad Iqbal Siladja, digadang maju mendampingi calon petahana Abdul Mukti Keliobas dalam perhelatan Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten SBT tahun 2020 mendatang.

Birokrasi BUMN pensiunan PT. PLN Persero Wilayah Maluku dan Maluku Utara ini pun menyatakan diri siap bila dipercayakan dalam membantu Abdul Mukti Keliobas untuk periode berikutnya.

Sebagai orang asli SBT yang bertajuk Ita Wotu Nusa keturunan Kecamatan Kiandarat Desa Administratif Artafella, Muhammad Ikbal Siladja mengaku tidak akan menolak jika Bupati Mukti Keliobas memintanya dan dipercaya sebagai calon Wakil Bupati untuk mendampinginya.

"Sebagai orang SBT harus ada yang mendampingi Bupati. Jika saya dipercayakan Insyaallah saya siap," kata Siladja saat di temui media ini di Bula, Kamis (31/10/2019).

Kata Siladja, banyak program kerja yang harus di tuntaskan demi kelanjutan pembangunan pasangan Mukti - Fachri yang belum diselesaikan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten SBT kedepanya.

Untuk memantapkan langkahnya, pria kelahiran Geser 20 Desember 1962 yang akrab dipanggil Om Iba ini sudah mendaftar di beberapa partai politik sebagai bakal calon wakil Bupati SBT untuk berpaketan dengan Abdul Mukti Keliobas.

Siladja yang juga Ketua Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN M2U tersebut niatnya menyatakan siap tersebut hanya untuk membantu dan mempercepat program kerja. Selain itu, dirinya bersama Mukti Keliobas sudah lama membangun komonikasi pada saat Mukti Keliobas masih menjabat sebagai Anggota DPRD SBT tetapi pada saat itu dirinya belum siap sehingga hanya sebagai tim pendukung Mukti-Fachri.

"Hubungan silaturahmi saya dengan pak Mukti sudah cukup lama dan beberapa kali saya berjuang bersamanya baik pak Mukti dengan pak Yusuf Rumatiras sampai dengan pak Fachri Alkatiri dan kali ini pak Fachri berpisah dengan pak Mukti maka saya siap bila dipercaya untuk mendampinginya," ulas Siladja.

Menurut Siladja, keputusannya untuk mendaftar menjadi calon wakil dari Abdul Mukti Keliobas dalam perhelatan Pemilukada tahun 2020 mendatang karena dirinya merasa melihat ada keiklhasan dalam pengabdian, namun karena banyaknya perbedaan kepentingan baik dari Bupati dan wakil Bupati maupun elit lain sehingga problem Kabupaten SBT belum bisa diselesaikan.

“Dan saya yakin bisa menjadi representatif dari masalah itu bila dipercaya untuk dampingi Mukti,” lanjut Siladja. (Baim)