MALUKUNEWS,Ambon: Hitung ulang rekapitulasi suara pada tingkat PPS dilakukan oleh tim kecil yang dibentuk oleh KPU provinsi Maluku hari Minggu lalu, mengalami kendala.

Tim kecil yang bekerja sejak hari Minggu (30/06) lalu dan dijadwalkan selesai pada hari Selasa (02/07), hari ini, menemukan banyak kendala berupa kosongnya beberapa data formulir C1 KWK dibeberapa TPS. Akibatnya tim kecil hanya melakukan perhitungan repitulasi suara pada sebagian PPS, karena sebagian lainnya tidak memiliki data berupa formulir C1 KWK.

Tim kecil yang terdiri dari para saksi lima pasangan calon, anggota KPU dan Panwas ini, memutuskan hitung ulang dihentikan. “Kami tidak bisa melanjutkan hitung ulang ini, karena data yang disodorkan oleh KPU dan Panwas SBT semuanya tidak valid alias palsu,” ujar saksi pasangan SETIA, Afras Pattisahusiwa kepada Moluken.com di kantor KPU Maluku, Selasa (02/07), siang.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh saksi pasangan MANDAT, Jafet Damamain. Menurutnya, hitung ulang pada tingkat PPS ini tidak bisa dilanjutkan dikarenakan banyak data tidak terkafer berupa formulir C1 KWK tidak sesuai.

Salah satu anggota KPU Maluku yang juga ketua tim kecil hitung ulang suara dari KPU SBT, Nasir Rahawarin, mengatakan, keputusan kerja tim kecil ini sampai disini dan kita putuskan pada pleno nanti. “Kerja kami dan hasil hitung ulang tim kecil dihentikan meski kita baru menghitung sebagian PPS, namun apapun hasilnya kita akan putuskan dirapat pleno nanti.” Ungkapnya. (Tiar)