MALUKUnews, Ambon: Masyarakat Desa Amarsekaru, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), mendesak, Manager PT. PLN Maluku dan Maluku Utara, supaya segera menertibkan Kepala PLN Ranting Amarsekaru, Burhan Suparjam. Pasalnya, Suparjam dalam menjalankan tugasnya tidak sesuai aturan yang berlaku di PLN.

Hal ini disampaikan Tokoh Generasi Muda Amarsekaru, Idris Keliata, dalam pesan singkatnya yang diterima Malukunews.co, Selasa (05/11), pagi.

Keliata tidak setuju , selama ini pegawai PLN Ranting Amarsekaru masuk ke rumah-rumah pelanggan untuk menagih iuran listrik. Padahal sesuai hasil komunikasi ia dengan pihak PLN Maluku dan Maluku Utara, pegawai PLN dilarang menagih iuran listrik ke rumah-rumah. Tapi sebaliknya, PLN setempat harus menyediakan loket-loket pembayaran agar masyarakat datang membayar iuran listik.

“ Jika ada pegawai PLN yang datang ke rumah-rumah untuk menagih iuran listrik, itu tidak betul, tolong laporkan kepada kami, pegawai tersebut bisa kami pecat karena melanggar aturan,” ujar Keliata mengutif hasil pertemuannya dengan pihak PLN Maluku dan Maluku Utara di Ambon, beberapa waktu lalu.

Lanjut Kaliata, ia berharap supaya pihak PLN Maluku dan Maluku Utara supaya segera panggil Burhan Suparjam selaku Kepala PLN Ranting Amarsekaru itu, guna mempertanggungjawabkan apa yang telah ia lakukan itu. “ Praktek penagihan iuran langsung oleh pegawai PLN ke rumah-rumah itu, kami juga kantongi buktinya,” ujarnya.

Lebih parahnya lagi, kata Keliata, para pelanggan baru, saat inimereka banyak yang tidak terdaftar di kantor PLN Rayon. Sehingga disinyalir ada terjadi praktek-praktek tidak wajar terhadap pelanggan PLN di wilayah Amarsekaru. (Red)