MALUKUnews, Ambon: Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Roemah Kreatif Institute mengadakan diskusi publik yang bertemakan, Membangun Sinergitas Untuk Pembangunan. Diskusi ini bertempat di rumah kopi Cahaya di Ambon, Sabtu (13/07).

Tampil sebagai narasumber, Kepala Bappeda SBB, H. Silawane, yang mewakili Bupati SBB, Akademisi Universitas Pattimura Prof. Dr. Jhon Matinahoru. Praktisi Hukum, Samuel Riri, SH. MH dan Pemuda Muhammadiyah Maluku, yang diwakili Muhammad Anshari. Acara ini dipandu oleh Direktur Roemah Kreatif Institute, Farhan Suneth, S.Sos, M.Si.

Ketua Bappeda SBB, dalam paparannya, memngatakan, kegiatan yang digagas Rumah Kreatif Institute ini sangat bagus. Alasannya, karena dapat membangun sinergitas pemuda dengan pemerintah kabupaten SBB, dengan tujuan untuk membangun SBB di berbagai sektor, seperti dibidang ekonomi, pembangunan, pendidikan, lingkungan dan lainnya,” ujarnya.

Kata Ketua Bappeda, majunya suatu daerah itu tergantung dari cara kerja dan kebijakan pemerintah itu sendiri, khususnya peran Bappeda baik ditingkat kabupaten kota, provinsi serta Bappenas untuk tingkat nasional,” katanya.

Silawane dalam paparannya itu lebih memfokuskan pembangunan pada sektor infrastruktur, pariwisata, perikanan dan pertanian. Hal ini dikarenakan kabupaten SBB sendiri memiliki potensial yang cukup besar untuk sejumlah sektor itu.

Sementara itu, Akademisi Universitas Pattimura Prof. Dr. Jhon Matinahoru yang juga Dekan Fakultas Pertanian Unpatti, dalam paparannya, lebih fokus ke sektor pertanian. “Karena pusat pangan atau petanian di Maluku ini, pusatnya ada di Pulau Seram dan Buru. Sampai saat ini, jujur saya tidak melihat, bahwa tidak ada upaya-upaya pemerintah untuk bagaimana menjawab tantangan di sektor pertanian ini. Disegi yang lain, kita perhatikan bahwa hampir semua komoditi yang terkait dengan pangan itu di datangkan dari luar Maluku, seperti dari Sulawesi dan Jawa,” kata Matinahoru.

Praktisi Hukum, Samuel Riry, SH. MH, dalam paparannya, lebih melihat problematika yang sedang terjadi di Kabupaten SBB. Kata Riry, sebelum suatu sektor itu dibangun, kita perlu dulu membangun dasar hukumnya. Persoalan kita itu, bagaimana kita mau membangun seperti Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kalau DPRD dan pemerintah sendiri tidak pernah berinisiatif untuk membuat Peraturan Daerah (Perda),” ujarnya

Riry, mengungkapkan, bahwa pemerintah kabupaten SBB yang sekarang memerintah, seharusnya di dukung oleh masyarakat SBB, terlebih khususnya para pemuda dan mahasiswanya, untuk sama-sama bergandeng tangan bangun SBB yang lebih baik. Sementara itu Muhammad Anshari yang mewakili Pemuda Muhammadiyah Maluku di acara diskusi publik itu, lebih menekankan pada persoalan peran pemuda dan mahasiswa sebagai Agent of Change, agar dapat merangkul dan melakukan kajian-kajian yang berintelek demi membangun daerahnya nanti.

Diskusi ini dihadiri sekitar 30 orang pemuda dan mahasiswa asal SBB yang berasal dari Unpatti, Unidar maupun dari IAIN Ambon. ( Rait)