MALUKUnews, Ambon: Ketua LSM Walang, yang juga adalah salah satu tokoh pemuda Seram Bagian Barat (SBB), Kristian Sea, mengaku prihatin atas konflik yang melanda Bupati M. Yasin Payapo dan Wakilnya Timotius Akerina. Demikian rilis pernyataan keprihatinan Kristian yang diterima Malukunews.co, Jumat (05/07).

Menurtunya, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) saat ini di ibaratkan seperti kehilangan kedua orang tuanya. Hal ini diakibatkan adanya dugaan kepentingan pribadi dan kelompok yang mengakibatkan kedua pimpinan SBB itu berkonflik. Bahkan hingga membawa persoalannya ke kepolisian.

“ Saya selaku tokoh muda SBB, asal Sapalewa Batai, melihat kondisi kedua bapak bupati dan wakil bupati saat ini memberikan warna yang tidak semistinya di publik. Kondisi ini mengakibatkan pemerintahan SBB, dengan Moto For Kase Bae merupakan hanya sebuah retorika belaka. Tidak memberikan dampak positif kepada pembangunan di SBB yang lebih maju dan sejatera,” ujar Kristian.

Kristian pemuda SBB asal Sapalewa Batae ini berharap, supaya bupati dan wakil bupati bisa mempertanggungjawabkan janji-janji mereka kepada masyarakat saat mencalonkan diri menjadi bupati dan wakil bupati lalu, dengan mengusung motto For Kase Bae SBB.

“ Ketika kami membaca berita ‘konflik’ bupati dan wakil bupati yang dipublikasikan media, kami sangat kecewa sekali, karena kami khawatir komitmen bapak berdua untuk For Kas Bae SBB bisa bisa terganggu, dan kami masyarakatlah tentu yang dirugikkan,” tegas Kristian.

Diakhir rilisnya, Kristian mengutif kata-kata bijak para leluhur dan datuk-datuk Alifuru yang dituangkan dalam sair lagu: Piring Jua Bisa Tatoki Bukan Sekali Tapi Berkali -Kali di Meja Makan, Tapi Hidup Orang Basudara Harus Lain Lia Lain. “ Jadi mari katong saling baku lia demi SBB yang lebih baik,” demikian akhir dari rilis itu. (Ait)