MALUKUnews, Ambon: Kasus pelanggaran hak cipta yang dilakukan Pemda Seram Bagian Barat (SBB) atas nama bupati, terkait pencatutan produk Minyak Harum Maluku 52 tanpa ijin, akan mulai memasuki masa sidang perkara.

Seperti diketahui, pencatutan produk Minyak Harum Maluku 52 tanpa ijin ini diduga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dalam perhelatan lomba inovasi daerah di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Tahun 2020 menuju new normal. Rencana sidang kasus dengan nomor perkara: 2/Pdt.Sus/HKI/Cipta/2020/PN Niaga Makassar ini, akan dimulai pada tanggal 24 Agustus 2020 di Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Informasi jadwal persidangan ini dipublikasikan secara terbuka oleh Pengadilan Negeri Makassar.

Sidang ini dengan tergugat Pemda Seram Bagian Barat (SBB) atas nama bupati, dengan pihak penggungat pimpinan Harum Maluku, Dominggus Joseph Risaputty.

Malukunews.co, yang menghubungi Dominggus, Jumat (07/08) terkait jadwal sidang tersebut, ia membenarkannya. “ Betul, tanggal 24 Agustus besok saya harus berangkat ke Makassar untuk mengikuti sidang di PN Makassar. Saya juga sudah dihubungi oleh pihak pengadilan disana pak,” ujar Dominggus. (Qin)