MALUKUnews.co, Ambon: Kepolisian Resors (Polres) Seram Bagian Barat (SBB), hingga kini belum juga menagkap preman berisial ‘GW’ yang telah melakukan pemukulan terhadap wartawan Malukunews.co, Yasmin Bally, yang terjadi di kantor Bupati SBB, 4 Maret 2021 lalu.

Preman ‘GW’ itu hingga kini masih dibiarkan berkeliaran. Belum ada langkah Polres SBB untuk menangkap preman itu. Padahal dalam tayangan video, ‘GW’ terlihat jelas melakukan pemukulan terhadap wartawan Malukunews.co itu. [Klik vidionya disini: https://www.youtube.com/watch?v=Rz-TRR09hpQ

Redaktur Pelaksan (Redpel), Malukunews.co, Habil Kadir di Ambon, Rabu (16/06), menyanyangkan sikap Polres SBB yang hingga kini masih membiarkan ‘GW” itu bebas berkeliaran. [Berita terkait: https://www.malukunews.co/berita/na­…­premanisme-yang-resahkan-masyarakat

Sikap Polres SBB itu, kata Habil, seakan tidak mematuhi instruksi Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang menyatakan seluruh Polda dan Polres jajaran untuk memberantas setiap aksi premanisme yang meresahkan masyarakat. “ Kami kecewa atas sikap Polres SBB yang tidak serius menangani kasus premanisme ini. Masa sih, sudah tiga bulan, kasus ini belum juga tuntas,” tegas Habil.

Sementara itu, Malukunews.co yang berusaha menemui Kapolres SBB AKBP, Bayu T Butar Butar di kantornya di Piru, Selasa (15/06), untuk konfirmasi terkait kasus ini, namun kapolres tak berada di tempat.

Malukunews.co, hanya bertemu penyidik bernama Bripka Victor Soselissa. Kata Soselisa, ia tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh. Tunggu pak Kapolres saja. Tapi pelaku ‘GW” itu kini wajib lapor. “ Yang jelasnya, berkas perkara kasus ini sudah dinyatakan lengkap atau P21,” ujar Soselissa singkat. (Tim)