MALUKUnews, Ambon: Masyarakat Seram Bagian Barat (SBB) saat ini resah atas maraknya peredaran narkoba yang semakin mengkhawatirkan. Untuk menjawab keresahan masyarakat itu, ratusan pemuda di SBB membentuk Kelompok Pemuda Anti Narkoba (KOPAN).

Peredaran barang haram tersebut di SBB menjadi momok yang menakutkan. Tidak hanya menyentuh masyarakat biasa, namun sudah merambah ke pejabat, bahkan aparat penegak hukum. “ Belum lama ini Sekwan (Sekretaris DPRD) digerebek karena pakai sabu, ditambah lagi adanya penangkapan terhadap mantan Kasatresnarkoba Polres SBB karena diduga sebagai penjual narkoba. Ini menakutkan,” ucap Koordinator Pemuda Anti Narkoba SBB, Marissa dalam rilisnya yang diterima Malukunews.co, Kamis (11/07).

Kata Marissa, SBB saat ini bisa dibilang darurat narkoba, sehingga pemuda tidak boleh tinggal diam. Pemuda SBB harus menjadi garda terdepan dalam pencegahan bahaya narkoba. Untuk itu, sekitar 200 pemuda dilatih sebagai Kader Anti Narkoba oleh Kemenpora RI bekerjasama Gema Desantara yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Kairatu, SBB, Rabu (10/07) kemarin. “ Kami resah, sekaligus geram, pemuda harus turun tangan, karena itu kami menggelar pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba,” tutur Marissa.

Marissa berharap, KOPAN yang sudah dilatih nantinya akan turun ke tengah-tengah masyarakat menjadi garda terdepan, dalam pencegahan peredaran Narkoba di lingkungannya masing-masing. “mereka sudah dilatih sebagai kader, otomatis mereka akan membantu aparat hukum untuk mengamankan lingkungannya masing-masing dari bahaya narkoba,” harapnya. (Red)