MALUKUnews, Ambon: Seorang warga Honitetu di Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang diduga mengalami gejala Covid-19 kabur dari tempat karantina.

Informasi yang diperoleh Malukunews.co, Kamis (30/04), Warga Honitetu yang berinisial SE (42) itu menjalani karantina mandiri selama 14 di rumahnya, namun proses karantina baru berlangsung 12 hari tapi SE tiba-tiba sudah menghilang dari rumah (tempat karantina).

Untuk diketahui, SE sebelumnya melakukan perjalanan dengan pesawat dari Samarinda di Kalimantan via Surabaya- Ambon dan langsung menjuju ke Honitetu.

Informasi yang diperoleh Malukunews.co, salah satu anak SE yang berumur 10 tahun saat ini mengalami batuk-batuk dan cukup dicurigai. SE sejauh ini belum sempat diperiksa, karena di Puskesmas Honitetu tidak dilengkapi rapid test. Apalagi saat ini SE sudah tidak lagi berada di tempat. “ Pihak kelurga juga tidak tau, SE saat ini berada di mana,” ujar sumber Malukunews.co di Honitetu.

Kepala Puskesmas Inamosol, Jevry Luhukay, yang dihubungi Malukunews.co, via ponselnya, Kamis, sore, membenarkan, bahwa SE kabur sebelum masa karantinanya berakhir.

Luhukay, mengaku, bahwa saat ini masyarakat di Honitetu dan Inamosol secara umum memang lagi resah atas peristiwa kaburnya SE. “ Saya juga baru mendapat telpon dari Babinkamtikmas yang mengatakan SE kabur dari masa karantinanya. Informasi kaburnya SE memang saat ini sangat meresahkan warga,” ujar Luhukay.

Informasi salah satu anak SE saat ini mengalami batuk-batuk, tanya Malukunews.co, “ Tidak pak, anak SE itu hanya mengalami flu biasa saja, dan saat ini pihak puskesmas sudah memberikan pengobatan,” sahut Luhukay.

Untuk melakukan pencarian atas SE, Luhukay saat ini telah memberikan identitas dan foto SE kepada pihak kepolisian untuk melacak keberadaannya. “ Kami dari pihak kesehatan juga sedang mencari keberadaan SE,” ujar Luhukay. (Qin)