MALUKUnews, Ambon: Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam gerakan Pemuda Maluku Peduli (PAMALI), mengelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi Maluku di Ambon, Senin (16/11).

Dalam aksinya, para pendomo ini meminta anggota DPRD Provinsi Maluku dari Dapil Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) supaya mendesak angota DPRD SBB segera memangil Bupati SBB untuk menanyakan, sejauh mana proses Rencangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penetapan Negeri di SBB itu. Padahal Ranperda ini telah selesai dibahas akhir tahun 2019 lalu, namun hingga saat ini berlum juga tereksekusi.

Para pendemo kemudian mendesak Anggota DPRD Provinsi Maluku, Dapil SBB supaya memberikan tekanan kepada anggota DPRD SBB yang kerjanya tak becus dan dinilai lalai dalam menyikapi persoalan adat istiadat di SBB. “ Renperda Negeri Adat hingga kini masih terus menggantung, ada apa ini,” teriak salah satu Pendemo.

Setelah aksi berlangsung beberapa menit, salah satu pegawai DPRD Maluku kemudian menghampiri para pendemo. “ Maaf adik-adik, DPRD Maluku saat ini sedang berduka. Salah satu anggota DPRD Maluku meninggal dunia, sehingga seluruh anggota dewan hari ini tak berada di tempat, mereka semua sedang menghadiri pemakaman di Masohi, Malteng,” cetus pegawai itu dengan nada merendah.

Setelah mendengar yang disampaikan pegawai DPRD ini, para pendemo ini kemudian membubarkan diri dengan tertib. (Hasrat)