MALUKUnews, Ambon: Bupati Seram Bagian Barat (SBB). M. Yasin Payapo, menanggapi polemik yang mengatakan, ia menolak bantuan dari kementerian BUMN untuk pembangunan sekolah di Desa Hualoy yang dibakar masa saat konflik antar warga disana.

Kepada Malukunews.co, Selasa (16/07) di Ambon, Bupati mengatakan, ia tidak pernah menolak bantuan dari kementerian BUMN itu. Sekolah yang terbakar itu memang sudah dianggarkan oleh Pemda SBB untuk segera di bangun.

“ Kami juga sangat butuh bantuan BUMN ke SBB, tapi mestinya harus dikoordinasikan, supaya Pemda juga tau. Koq sebaliknya, orang kementerian yang datang hanya seenaknya masuk di wilayah kami dan bilang mau bantu bangun sekolah dan lainnya. Koq kami tidak tau. Jadi kebetulan sekolah di Hualoy yang terbakar itu sudah kami anggarkan dan Pemda siap bangun. Jadi kalau ada yang mengatakan saya menolak bantuan BUMN, itu tidak benar,” ujar Bupati Payapo.

Bupati mengatakan, ia tak berniat untuk menolak bantuan dari kementerian BUMN itu, namun harus berkoordinasi dengan Pemda supaya bantuan yang akan diberikan itu tak terkesan mubajir. Akan bersinergi dengan Pemda,” katanya.

Bupati Payapo mencontohkan, seperti pembangunan jembatan di Dusun Katapang misalnya. Pemda SBB sudah mengusulkan proyek pembangunan jembatan di Katapang itu ke pusat dan sudah disetujui. Namun tiba-tiba jembatan itu dibangun oleh BUMN tanpa sepengatahuan Pemda, lalu anggaran yang sudah disetujui pusat itu dikemankan lagi. Akhirnya kami alihkan anggaran itu ke daerah lain. Kami dibikin serba salah, karena harus menjaga kepercayaan pemerintah pusat apa yang kami sudah usulkan itu. Jadi kalau ada bantuan ke SBB kami harap supaya bisa dikoordinasikan dulu dengan Pemda supaya pembangunannya bisa bersinergi,” ujar Bupati. (MN-01)