MALUKUnews, Huamual: Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Negeri Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), melakukan protes dengan cara datang baik-baik ke kantor PLN Ranting Luhu, Sabtu (16/11).

Salah satu Tokoh Agama, yang juga Ketua MUI SBB, H. Samuel Nurlette, yang hadir saat itu, menyampaikan kepada pihak PLN Ranting Luhu, bahwa, akibat pemadaman yang sering terjadi itu, membuat ibadah shalat di masjid-masjid di Negeri Luhu pun terganggu.

“ Bagaimana kita mau shalat dengan khusuh, setiap kali kita shalat Magrib maupun Isya, lampu tiba-tiba padam. Peristiwa ini sudah berlangsung hampir sebulan tanpa ada pemberitahuan resmi dari pihak PLN,” ujar Tokoh Agama ini saat bertatap muka dengan pihak PLN Ranting Luhu, Sabtu (16/11).

Sementara itu, salah satu Tokoh Pemuda Negeri Luhu, Nal Riry, mengatakan, masyarakat Luhu sangat dirugikan atas pelayanan PLN Ranting Luhu ini. “ Kami heran, Luhu sebagai kota kecamatan Huamual terjadi pemadaman bergilir, sedangkan untuk petuanan-petuanan Luhu tidak ada pemadaman.

“ Mestinya PLN sendiri harus memprioritaskan dan menjaga pasokan listrik untuk kota kecamatan. Tapi koq sebaliknya, dusun-dusun petuanan Luhu yang diutamakan. Saya harap supaya pemadaman seperti ini tolong dievaluasi lagi,” ujar Riry.

Sementara itu, Plt. PT. PLN Ranting Luhu, Muhammad Talaohu, mengatakan, alasan pemadaman listrik di Luhu ini dilakukan, karena sejumlah unit mesin sedang mengalami gangguan. Sehingga pemadaman bergilir itu kami berlakukan seperti di Luhu, Iha dan Waeyasel.

Lanjut Talaohu, sedangkan di dusun-dusun petuanan Luhu itu tidak mengalami pemadaman, karena alasannya, kita sedang kejar untuk mesin yang akan ditempatkan di PLTD Kambelu. “ Nanti pada bulan desember 2019 ini sudah dibangun pembangkit baru di Dusun Kambelu, sehingga pasokan listrik untuk Negeri Luhu, Iha dan Waeyasel tidak lagi terganggu dengan pemadaman,” ujar Talaohu. (Juhari)